Desa Digital Diduga jadi Ladang Korupsi Oknum Kades,  Barang Bobrok dibeli, Perintah Siapa??

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 01:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi, Jalurkhusus.com – Program Desa Digital yang digadang-gadang akan membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, ternyata hanya mimpi yang tidak berkesudahan.

Pasalnya, anggaran yang dikucurkan untuk membeli produk tersebut lumayan besar. Siapa oknum pemberi perintah tersebut, masih belum bisa ditemukan.
Fadhil, dari Lembaga Investigasi Negara, menjelaskan kepada wartawan pada Senin (23/02/2025), bahwa team akar rumput lembaga Investigasi Negara, mendapatkan informasi dan data terkait program desa digital  adalah program pembodohan yang ada di  desa, tidak bermanfaat, bahkan sampai sudah ada yang berkarat.
” Belum saatnya desa beralih pungsi pelayanannya melalui program desa digital. Melihat dan memperhatikan keadaan desa saat ini, banyak pegawai desa yang bermalas-malasan hadir , mungkin karna gajinya yang kecil, bayarnya pun hanya  per-tiga bulan sekali. Lagipula, untuk menjadikan desa digital seharusnya dilakukan   pelatihan khusus  bagi orang-orang yang akan menduduki posisi tersebut. Yang terpenting  apa  sih urgensinya? Bukannya Kecamatan sudah bisa bertindak mewakili Dukcapil saat ini.” Kata dia.

Dalam orientasi nya selama turun ke beberapa Desa bersama team, terlihat sebuah produk berwarna merah terpampang didepan pelayanan menghiasi warna desa yang agak kusam, karna jarang tersentuh dan diperhatikan oleh sang pemilik kebijakan.
Dalam produk tersebut tertulis kata SP2SE atau dalam artian, Sistem Percepatan Pelayanan Surat Elektronik. Dan yang menjadi perhatian, harga mesin tersebut terbilang cukup mahal sekitar Rp.55-60 juta.  Alat tersebut terbiarkan terbengkalai, tidak ada satupun masyarakat yang faham akan hal tersebut, penegak hukum pun diam tidak pernah mau membahasnya lebih dalam.
” Program bobrok yang disuguhkan untuk masyarakat, tidak ada satupun perangkat desa yang faham bagaimana fungsinya dan bagaimana cara kerjanya. Lama terbiarkan hingga ada yang berkarat. Hal ini tidak boleh dibiarkan, jika penegak hukum peduli akan hal ini, segera panggil para inisiator yang mengatur anggaran sebesar Rp.55 juta melalui DD  sisa-sisa.  Pemerintah seharusnya mengkaji ulang jika memerintahkan kepada desa untuk melakukan pembelian  mesin SP2SE bagi  sebagian desa yang belum memiliki nya. Bekal ilmu untuk mengoperasikan mesin tersebut apakah sudah diberikan,dan urgensinya bagi desa itu apa? Kami berharap permasalahan ini dapat ditindaklanjuti, puluhan juta anggaran digelontorkan tanpa makna, seolah tak akan ada pertanggungjawaban. Kejaksaan Kabupaten Bekasi, PR bagi Institusi anda jika siap turun gunung,kami siap berikan data dan informasi lengkapnya, tutupnya.
(Zark)

Berita Terkait

INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri
Konfirmasi Dugaan PETI di Semoncol Belum Dijawab, Sikap Kapolsek Batang Tarang Jadi Sorotan
PETI Diduga Beroperasi Lagi di Semoncol, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas
Nurjali, Tim Pemekaran Kumpai Raya, Tagih Kepastian Operasional Kecamatan kepada Pemkab Kubu Raya
Aksi BPM Kalbar Tuntut Transparasi PLN Kalbar Terkait Pemadaman Listrik Serta Evaluasi Kinerja PLN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:48

INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:24

Konfirmasi Dugaan PETI di Semoncol Belum Dijawab, Sikap Kapolsek Batang Tarang Jadi Sorotan

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:27

Nurjali, Tim Pemekaran Kumpai Raya, Tagih Kepastian Operasional Kecamatan kepada Pemkab Kubu Raya

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:47

Aksi BPM Kalbar Tuntut Transparasi PLN Kalbar Terkait Pemadaman Listrik Serta Evaluasi Kinerja PLN

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:51

KETUA DPC LIN KUBU RAYA KRITIK KERAS PLN, DESAK EVALUASI MENYELURUH ATAS PEMADAMAN LISTRIK DI KALBAR

Berita Terbaru