Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Mempawah– Kisah pilu menyentuh hati kita semua. Ilham Rahmadani, anak berusia 17 tahun dari pasangan Mahdi dan Nurbani, terbaring lemah dan kaku sejak lahir. Warga Jalan Padat Karya Tepi Kapuas, Desa Peniti Dalam 2, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, harus menjalani hari-harinya dalam keheningan dan ketidakberdayaan. Sejak usia delapan bulan, tubuh mungilnya tidak mampu lagi bergerak, lumpuh total melumpuhkan seluruh hidupnya.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang tuanya, yang bekerja serabutan demi menyambung hidup, hanya mampu memberikan pengobatan seadanya. Setiap hari, Ilham hanya terbaring di dalam rumah, tanpa bisa bermain, tanpa bisa berlari seperti anak-anak seusianya. Rasa sedih dan keputusasaan menyelimuti hati kedua orang tuanya, Nurbani dan Mahdi, yang berjuang keras namun tak mampu mengubah nasib anak mereka.

 

Berdasarkan penuturan Nurbani, ibu kandung Ilham bahwa, saat melahirkan Ilham, semuanya berjalan normal. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Tapi, saat anak mereka menginjak usia delapan bulan, segalanya berubah. Ia mulai kesulitan berjalan dan sering sakit-sakitan. Mereka berusaha mengobatinya ke Puskesmas dan tempat pengobatan alternatif, berharap ada keajaiban. Namun, harapan itu pupus. Tidak ada yang mampu menyembuhkan anak mereka yang terkapar di tempat tidur.

 

“Sejak dia sakit, kami sudah membawanya ke Puskesmas dan pengobatan alternatif, tapi tidak ada perubahan hingga sekarang, di usianya yang sudah 17 tahun,” ucap Nurbani dengan air mata yang tak terbendung.

Baca Juga:  BBM Solar Diduga Masuk Lokasi PETI Ketapang, Muncul Nama Penanggung Jawab

 

Mereka pun hanya bisa pasrah. Keadaan yang memprihatinkan ini semakin menyakitkan hati orang tua yang hanya bisa berharap kepada pemerintah dan seluruh masyarakat. Mereka menginginkan ada uluran tangan, bantuan fasilitas, dan alat-alat yang dapat membuat hidup Ilham sedikit lebih baik. Mereka ingin putranya mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih bermakna, meski tubuhnya tak mampu lagi bergerak.

 

“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Jangan biarkan anak kami terus terbaring lemas tanpa harapan. Kami ingin dia mendapatkan fasilitas rumah yang layak dan alat bantu yang bisa membuatnya merasa lebih nyaman,” pinta Nurbani penuh haru.

 

Kedua orang tua Ilham yakin, bahwa masa depan anak mereka yang lumpuh total ini tidak lagi seperti anak-anak lain yang mampu berjalan, mandi, dan bermain sendiri. Mereka hanya ingin anak mereka merasa diperhatikan dan tidak merasa sendiri dalam perjuangan hidup ini. Mereka berharap ada perhatian dan bantuan dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, agar Ilham tidak lagi merasa sendiri dan terlupakan.

 

Semoga, di tengah doa dan harapan yang tulus, masa depan Ilham Rahmadani masih menyimpan secercah harapan. Mari kita bantu mereka bangkit dari keterbatasan ini, karena setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup bahagia dan bermakna.

 

Sumber:Radiansyah

Berita Terkait

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas
Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah
Laporan dugaan pencemaran nama baik Hadi Mulyani di duga di beku kan Penyidik polres Melawi, propam Polda harus turun tangan*
Kinerja Kapolres Sekadau Dipertanyakan, Dugaan Maraknya PETI dan Penadah Emas Ilegal di Kabupaten Sekadau Kian Marak Tanpa Ada Tindakan Tegas APH
Pelaksana Bantah Pembangunan Dapur MBG Desa Nanga Dua Tidak Sesuai Standar, Warga Soroti Dugaan Material Kayu Tak Sesuai RAB
Kepsek jadi Tumbal Program MKKS, 2.5 juta Dana BOS Rela di Gelontorkan
Klarifikasi Tegas BBM Olahan Oli Bekas Milik Pemuda Mempawah Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan
Diduga Jual Solar Subsidi Rp13 Ribu Per Liter, Pengawas SPBU Jerora Satu Sintang Bungkam 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:21

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:14

Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:26

Laporan dugaan pencemaran nama baik Hadi Mulyani di duga di beku kan Penyidik polres Melawi, propam Polda harus turun tangan*

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:27

Kinerja Kapolres Sekadau Dipertanyakan, Dugaan Maraknya PETI dan Penadah Emas Ilegal di Kabupaten Sekadau Kian Marak Tanpa Ada Tindakan Tegas APH

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:07

Pelaksana Bantah Pembangunan Dapur MBG Desa Nanga Dua Tidak Sesuai Standar, Warga Soroti Dugaan Material Kayu Tak Sesuai RAB

Senin, 25 Mei 2026 - 05:54

Klarifikasi Tegas BBM Olahan Oli Bekas Milik Pemuda Mempawah Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan

Senin, 25 Mei 2026 - 05:08

Diduga Jual Solar Subsidi Rp13 Ribu Per Liter, Pengawas SPBU Jerora Satu Sintang Bungkam 

Senin, 25 Mei 2026 - 04:53

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Tegaskan Tindak Tegas Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM di Kalimantan Barat

Berita Terbaru