Pontianak – Jalurkhusus.com]
Warga di sekitar Jalan Pang Samangai, Kota Pontianak, mengeluhkan munculnya limbah cair berwarna gelap yang mengeluarkan bau tidak sedap dan diduga berasal dari aktivitas usaha Rumah Makan Bebek Boedjang. Kondisi tersebut disebut mengganggu kenyamanan warga serta menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan dan lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku resah dengan aroma menyengat yang kerap tercium dari lokasi yang diduga menjadi saluran limbah tersebut. Menurutnya, bau tidak sedap itu mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.
“Baunya sangat menyengat dan mengganggu. Kami jadi tidak nyaman, apalagi kalau bau itu muncul cukup lama,” ujar warga.
Kekhawatiran warga juga bertambah karena lokasi yang diduga terdampak berada tidak jauh dari tempat pendidikan dan bimbingan belajar anak-anak. Warga menilai aroma tidak sedap tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan serta aktivitas belajar.
Berdasarkan penelusuran tim media di lokasi Rumah Makan Bebek Boedjang di Jalan M. Sohor pada Rabu (3/6/2026), tercium aroma tidak sedap yang diduga berasal dari aliran cairan limbah yang mengarah ke lingkungan masyarakat sekitar.
Saat ditemui di lokasi, Arman selaku Kepala Gudang Bebek Boedjang menanggapi pemberitaan dan keluhan warga terkait dugaan limbah cair tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak pengelola telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Kota (DLK) terkait persoalan yang dikeluhkan warga.
Menurut Arman, pihak Bebek Boedjang langsung menghubungi DLK setelah muncul pemberitaan mengenai limbah cair yang disebut mengeluarkan bau tidak sedap. Ia menyebut petugas dari dinas terkait telah melakukan peninjauan ke lokasi.
“Pihak DLK sudah datang dan melakukan peninjauan terkait informasi limbah cair yang diberitakan,” ujar Arman.
Pernyataan serupa juga disampaikan pihak yang mengatasnamakan manajemen Bebek Boedjang melalui sambungan telepon kepada admin media sosial Bebek Boedjang. Mereka menyebut pihak DLK telah mengunjungi lokasi usaha dan persoalan tersebut saat ini berada dalam ranah koordinasi dengan instansi terkait.
“Pihak DLK sudah mengunjungi Bebek Boedjang, kami sudah tidak ada urusan lagi dengan pihak media. Urusan kami sekarang hanya dengan pihak DLK,” ujar pihak yang mengatasnamakan manajemen Bebek Boedjang.
Sementara itu, tim media telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang DLK, Veronika Eka Purtawati, melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (3/6/2026). Namun, komunikasi disebut terkendala karena suara tidak terdengar jelas atau terputus-putus.
Tim media kemudian melanjutkan upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada hari yang sama guna meminta klarifikasi terkait penanganan maupun hasil peninjauan dugaan limbah di Bebek Boedjang. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak DLK terkait persoalan tersebut.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan kepastian terkait dugaan limbah yang dikeluhkan masyarakat, sehingga lingkungan sekitar tetap bersih, sehat, dan nyaman.


















