Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Limbah Cair di Sekitar Bebek Boedjang Dikeluhkan Warga, Pihak Pengelola Sebut DLK Sudah Tinjau Lokasi

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak – Jalurkhusus.com]

 

Warga di sekitar Jalan Pang Samangai, Kota Pontianak, mengeluhkan munculnya limbah cair berwarna gelap yang mengeluarkan bau tidak sedap dan diduga berasal dari aktivitas usaha Rumah Makan Bebek Boedjang. Kondisi tersebut disebut mengganggu kenyamanan warga serta menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan dan lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku resah dengan aroma menyengat yang kerap tercium dari lokasi yang diduga menjadi saluran limbah tersebut. Menurutnya, bau tidak sedap itu mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.

 

“Baunya sangat menyengat dan mengganggu. Kami jadi tidak nyaman, apalagi kalau bau itu muncul cukup lama,” ujar warga.

 

Kekhawatiran warga juga bertambah karena lokasi yang diduga terdampak berada tidak jauh dari tempat pendidikan dan bimbingan belajar anak-anak. Warga menilai aroma tidak sedap tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan serta aktivitas belajar.

 

Berdasarkan penelusuran tim media di lokasi Rumah Makan Bebek Boedjang di Jalan M. Sohor pada Rabu (3/6/2026), tercium aroma tidak sedap yang diduga berasal dari aliran cairan limbah yang mengarah ke lingkungan masyarakat sekitar.

 

Saat ditemui di lokasi, Arman selaku Kepala Gudang Bebek Boedjang menanggapi pemberitaan dan keluhan warga terkait dugaan limbah cair tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak pengelola telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Kota (DLK) terkait persoalan yang dikeluhkan warga.

 

Menurut Arman, pihak Bebek Boedjang langsung menghubungi DLK setelah muncul pemberitaan mengenai limbah cair yang disebut mengeluarkan bau tidak sedap. Ia menyebut petugas dari dinas terkait telah melakukan peninjauan ke lokasi.

Baca Juga:  Laki minta ojk terbuka kredit macet dan nakal. Bukan hanya mampu pamer kegiatan

 

“Pihak DLK sudah datang dan melakukan peninjauan terkait informasi limbah cair yang diberitakan,” ujar Arman.

 

Pernyataan serupa juga disampaikan pihak yang mengatasnamakan manajemen Bebek Boedjang melalui sambungan telepon kepada admin media sosial Bebek Boedjang. Mereka menyebut pihak DLK telah mengunjungi lokasi usaha dan persoalan tersebut saat ini berada dalam ranah koordinasi dengan instansi terkait.

 

“Pihak DLK sudah mengunjungi Bebek Boedjang, kami sudah tidak ada urusan lagi dengan pihak media. Urusan kami sekarang hanya dengan pihak DLK,” ujar pihak yang mengatasnamakan manajemen Bebek Boedjang.

 

Sementara itu, tim media telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang DLK, Veronika Eka Purtawati, melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (3/6/2026). Namun, komunikasi disebut terkendala karena suara tidak terdengar jelas atau terputus-putus.

 

Tim media kemudian melanjutkan upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada hari yang sama guna meminta klarifikasi terkait penanganan maupun hasil peninjauan dugaan limbah di Bebek Boedjang. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak DLK terkait persoalan tersebut.

 

Warga berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan kepastian terkait dugaan limbah yang dikeluhkan masyarakat, sehingga lingkungan sekitar tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Berita Terkait

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban
Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!
Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI
INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:01

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:06

Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban

Senin, 20 Juli 2026 - 07:09

Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!

Senin, 20 Juli 2026 - 02:24

Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Berita Terbaru