PETI Diduga Beroperasi Lagi di Semoncol, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

SANGGAU– Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali terjadi di Desa Semoncol, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. Kemunculan aktivitas tambang ilegal tersebut memicu keresahan masyarakat karena dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan berpotensi mencemari daerah aliran sungai.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas penambangan diduga berlangsung di sejumlah titik menggunakan peralatan tambang. Warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya aktivitas ilegal.

 

Aktivitas PETI dinilai tidak hanya merusak bentang alam, tetapi juga berpotensi menimbulkan sedimentasi sungai serta pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan berbahaya dalam proses pengolahan emas. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem maupun kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di kawasan tersebut.

 

Pengamat hukum Kalimantan Barat, Herman Hofi Munawar, pada Selasa (8/7/2026), meminta Kapolda Kalimantan Barat mengambil langkah tegas untuk menghentikan seluruh aktivitas PETI yang diduga masih berlangsung di Desa Semoncol.

 

Menurut Herman, praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan dugaan tindak pidana yang berdampak langsung terhadap kerusakan lingkungan dan merugikan negara.

 

“Kalau memang benar ada aktivitas PETI yang kembali beroperasi, tentu harus segera ditindak. Jangan sampai terjadi pembiaran yang akhirnya menyebabkan kerusakan lingkungan semakin meluas dan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Marak!! Dugaan Bisnis Oil Non legal Dan Oplosan Bermerek Mesran/Pertamina Di Wilayah Hukum Polres Kubu Raya Semakin Merajalela

 

Herman menilai penanganan PETI tidak cukup dilakukan melalui operasi sesaat. Dibutuhkan pengawasan yang berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat agar aktivitas tambang ilegal tidak kembali muncul.

 

“Penegakan hukum harus konsisten. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menghadirkan solusi melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga ketergantungan terhadap aktivitas tambang ilegal bisa dikurangi,” tambahnya.

 

Sebelumnya, aparat kepolisian telah melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah Semoncol. Bahkan, Polres Sanggau berhasil mengungkap dugaan jaringan penampung emas hasil tambang ilegal dan mengamankan seorang tersangka beserta barang bukti berupa emas dan uang tunai. Namun, munculnya kembali dugaan aktivitas PETI menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih intensif agar praktik serupa tidak terus berulang.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait informasi dugaan kembali beroperasinya PETI di Desa Semoncol. jurnalis kami masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian dan instansi terkait mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut. (Agg)

Berita Terkait

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban
Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!
Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI
INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:01

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:06

Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban

Senin, 20 Juli 2026 - 07:09

Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!

Senin, 20 Juli 2026 - 02:24

Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Berita Terbaru