Himbauan Dinilai Seremonial, Aktivitas PETI di Suhaid Masih Merajalela

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Kapuas Hulu – Kegiatan himbauan dan sosialisasi pencegahan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilaksanakan unsur Muspika Kecamatan Suhaid bersama jajaran kepolisian di wilayah Pulau Merasa, Sungai Kapuas, Desa Nanga Suhaid, Kamis (12/2/2026), menuai sorotan dari masyarakat.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga menilai kegiatan tersebut hanya bersifat seremonial dan belum memberikan dampak signifikan terhadap maraknya aktivitas PETI di wilayah tersebut.

 

Pasalnya, berdasarkan pantauan warga, aktivitas penambangan menggunakan mesin dompeng masih terlihat beroperasi di beberapa titik sepanjang aliran Sungai Kapuas.

 

“Kegiatan sosialisasi sering dilakukan, tapi di lapangan aktivitas tambang ilegal masih berjalan seperti biasa,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Aktivitas PETI dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan, menyebabkan pendangkalan sungai, serta mencemari air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Kejaksaan Agung Memeriksa 6 Orang Saksi Terkait Perkara Minyak Mentah PT Pertamina

 

Sebagaimana diketahui, praktik pertambangan tanpa izin bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mewajibkan setiap kegiatan pertambangan memiliki izin resmi dari pemerintah.

 

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, termasuk jajaran Polsek Suhaid dan Polres Kapuas Hulu, tidak hanya melakukan himbauan, tetapi juga mengambil langkah tegas dan berkelanjutan guna menekan aktivitas PETI di Kecamatan Suhaid.

 

Hingga berita ini dirilis, belum terdapat keterangan resmi mengenai tindak lanjut konkret pasca kegiatan sosialisasi tersebut.

 

Warga berharap penanganan PETI di Suhaid tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan diikuti dengan penegakan hukum yang nyata demi menjaga kelestarian Sungai Kapuas dan ketertiban masyarakat.

Berita Terkait

Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum
PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan
Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda
Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat
Bupati Karawang Tebar Kebaikan di Kampung Halaman, Ratusan Warga Terima Santunan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 05:20

Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Jumat, 3 April 2026 - 16:59

PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:49

Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:50

Bupati Karawang Tebar Kebaikan di Kampung Halaman, Ratusan Warga Terima Santunan

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:50

Kasat Reskrim Polres Sintang Sulit Ditemui Wartawan,Disindir Keras Aktivis Muda Kalbar Dandi Rahmansyah

Berita Terbaru