Kinerja Kapolres Sekadau Dipertanyakan, Dugaan Maraknya PETI dan Penadah Emas Ilegal di Kabupaten Sekadau Kian Marak Tanpa Ada Tindakan Tegas APH

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Sekadau, Kalbar —

Warga dan sejumlah laporan media menyorot dugaan maraknya praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) serta peredaran emas hasil tambang ilegal di beberapa wilayah Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kasus ini menjadi sorotan setelah beberapa pekan terakhir beredar viral di media sosial dan platform berita online.

 

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan pentingnya respons cepat terhadap aduan masyarakat dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2025. “Kita harus terus meningkatkan hal-hal yang menjadi perhatian masyarakat.

 

Respons cepat terhadap pengaduan-pengaduan yang masuk,” ujar Kapolri pada Jumat (31/1/2025).

 

Pernyataan itu menjadi rujukan publik terkait harapan agar aparat kepolisian di daerah merespons cepat laporan masyarakat.

 

Namun di Kabupaten Sekadau, warga menilai respons aparat belum memadai,sejumlah titik penambangan ilegal disebut masih beroperasi bebas, termasuk di Dusun Semaong (Desa Peniti) dan Dusun Amak (Desa Sungai Kunyit Kecamatan Sekadau Hilir.

 

Warga juga menuding adanya keberadaan “bos cukong” yang berperan sebagai penadah atau pengepul emas ilegal di daerah tersebut.

 

Saat dikonfirmasi, Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.

Baca Juga:  PUPR Pontianak Fokuskan Pembangunan Strategis 2026, Waterfront City dan Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

 

Upaya konfirmasi melalui pesan singkat hingga penayangan berita ini belum mendapat respon, sehingga terkesan mengabaikan.

 

Pengawasan di tingkat Polres menjadi sorotan karena Kapolres memegang kendali penegakan hukum di wilayahnya.

 

Masyarakat menilai diperlukan tindakan tegas untuk menindak pelaku PETI, memutus mata rantai jaringan penadah, serta menjaga integritas aparat agar penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu.

 

masyarakat menekankan bahwa penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan pendekatan humanis agar kepercayaan publik terhadap Polri terjaga.

 

Ketegasan pimpinan harus dibuktikan melalui langkah-langkah nyata, operasi penertiban lokasi tambang ilegal, penindakan terhadap pelaku dan penadah, serta koordinasi instansi terkait.

 

Dampak PETI tidak hanya soal hukum,aktivitas tambang ilegal rawan menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran sungai karena penggunaan merkuri, serta konflik sosial di tingkat desa.

 

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diminta proaktif menanggulangi masalah ini untuk melindungi keselamatan dan mata pencaharian warga yang terdampak.

 

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Sekadau,atau instansi terkait lainnya yang bisa dikutip terkait langkah penanganan.

 

Redaksi membuka ruang konfirmasi bagi pihak-pihak tersebut untuk memberikan klarifikasi.

 

Tim

Berita Terkait

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban
Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!
Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI
INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:01

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:06

Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban

Senin, 20 Juli 2026 - 07:09

Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!

Senin, 20 Juli 2026 - 02:24

Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Berita Terbaru