Pembagian Bantuan KPM di Desa Teluk Empening Disorot Warga, Diduga Tidak Transparan

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Kubu Raya, Kalimantan Barat – Penyaluran bantuan sosial Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program Kementerian Sosial Republik Indonesia di Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, pada pertengahan Mei 2026, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga menilai proses pembagian bantuan beras dan minyak goreng berlangsung tidak transparan serta diduga tidak sesuai dengan hak yang seharusnya diterima penerima manfaat. Rabu, 3/6/2026.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan warga mencuat saat proses pembagian bantuan dilakukan di Kantor Desa Teluk Empening. Salah satu warga penerima bantuan mengaku sempat difoto memegang dua karung beras ukuran 10 kilogram dan empat kantong minyak goreng kemasan 1 liter sebagai dokumentasi penyaluran bantuan.

 

Namun setelah proses pembagian selesai, warga mengaku hanya membawa pulang satu karung beras 10 kilogram dan dua kantong minyak goreng.

 

“Waktu difoto kami pegang dua karung beras dan empat minyak goreng. Tapi yang dibawa pulang hanya satu karung beras dan dua minyak goreng,” ungkap salah satu warga kepada tim investigasi media.

 

Pernyataan tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait mekanisme pembagian bantuan yang dinilai tidak terbuka. Warga mempertanyakan ke mana sisa bantuan yang sebelumnya terlihat dalam dokumentasi pembagian.

 

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan tidak adanya sosialisasi maupun penjelasan resmi dari pihak desa sebelum bantuan dibagikan. Akibatnya, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah bantuan yang menjadi hak masing-masing penerima KPM.

 

Saat warga mempertanyakan kekurangan bantuan tersebut, pihak pembagi bantuan disebut berdalih bahwa sebagian bantuan dialihkan untuk “pemerataan” agar masyarakat lain yang belum menerima bantuan juga dapat kebagian.

Baca Juga:  Wahh !! Sampai Saat Ini Proyek yang Diduga Mangkrak Belum Ada tindakan dari dinas maupun Pihak CV. Reva Kayla Putri

 

Namun alasan tersebut justru memicu kekecewaan warga. Mereka menilai kebijakan pengurangan bantuan tidak bisa dilakukan sepihak tanpa pemberitahuan resmi kepada penerima manfaat.

 

“Kalau memang untuk pemerataan, kenapa tidak dijelaskan dari awal kepada masyarakat? Kenapa warga difoto seolah menerima penuh, tapi kenyataannya berbeda?” ujar warga lainnya dengan nada kecewa.

 

Masyarakat kini mempertanyakan keberadaan sisa bantuan berupa satu karung beras 10 kilogram dan dua kantong minyak goreng yang tidak diterima oleh penerima awal. Warga khawatir ada dugaan permainan dalam proses pembagian bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tersebut.

 

“Jangan sampai bantuan untuk rakyat kecil malah jadi ajang permainan. Tidak mungkin kepala desa tidak mengetahui proses pembagian ini,” tegas warga.

 

Sorotan publik kini mengarah kepada Pemerintah Desa Teluk Empening dan Kepala Desa Maisur yang dinilai perlu segera memberikan klarifikasi secara terbuka agar polemik di tengah masyarakat tidak semakin meluas.

 

Sementara itu, tim investigasi media menyatakan akan terus mendalami persoalan tersebut dengan menelusuri langsung ke Dinas Sosial guna meminta penjelasan terkait jumlah bantuan KPM yang disalurkan ke Desa Teluk Empening serta mekanisme pembagian yang diterapkan.

 

Penelusuran dilakukan untuk memastikan apakah penyaluran bantuan telah sesuai ketentuan dari Kementerian Sosial RI atau justru terdapat dugaan penyimpangan yang merugikan masyarakat penerima manfaat.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Teluk Empening maupun Kepala Desa Maisur belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan dugaan ketidakterbukaan dalam pembagian bantuan tersebut.

(Tim)

Sumber : Warga

Berita Terkait

Ketua DPC LIN Kubu Raya Nurjali, S.Pd.I Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya
Joni Iskandar Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya
Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Limbah Cair di Sekitar Bebek Boedjang Dikeluhkan Warga, Pihak Pengelola Sebut DLK Sudah Tinjau Lokasi
Bongkar Mafia Pasca Panen di BBPP Bojong Picung, Petani Jadi Alat Komersial Terselubung
Dugaan Aktivitas PETI Kembali Marak di Nanga Taman Sekadau, inisial KK kordinator lama kembali
Viral Dugaan Bandar Narkoba Baku Hantam dan Terdengar Penembakan di Gang Angket, Polisi Beri Respons
SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas
Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:40

Ketua DPC LIN Kubu Raya Nurjali, S.Pd.I Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:57

Joni Iskandar Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:35

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Limbah Cair di Sekitar Bebek Boedjang Dikeluhkan Warga, Pihak Pengelola Sebut DLK Sudah Tinjau Lokasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:43

Pembagian Bantuan KPM di Desa Teluk Empening Disorot Warga, Diduga Tidak Transparan

Senin, 1 Juni 2026 - 14:29

Bongkar Mafia Pasca Panen di BBPP Bojong Picung, Petani Jadi Alat Komersial Terselubung

Senin, 1 Juni 2026 - 07:20

Viral Dugaan Bandar Narkoba Baku Hantam dan Terdengar Penembakan di Gang Angket, Polisi Beri Respons

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:21

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:14

Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah

Berita Terbaru