H. Aep Syaepuloh Kunjungi Rumah Duka Anggota KPPS yang Meninggal

- Penulis

Senin, 2 Desember 2024 - 04:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Jalurkhusus.com – H. Aep Syaepuloh mengunjungi rumah duka anggota KPPS TPS 09 Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya yang meninggal dunia saat bertugas pada hari pencoblosan.

Pada kunjungan tersebut, Bupati Aep didampingi oleh Kepala Satpol PP dan Camat Cibuaya, Jumat,(29/11/2024).

Usai bertemu dengan keluarga Suhendi, Bupati menuturkan bahwa Suhendi dikenal sebagai sosok ayah, guru, dan tokoh yang sangat dihormati masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan belasungkawa kepada istri dan anak-anak almarhum Bapak Suhendi. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ungkap Bupati Aep, Jumar,(29/11/2024).

Bupati juga berjanji memberikan bantuan untuk keluarga almarhum agar bisa memulai usaha kecil.

“Insya Allah ada bantuan UMKM. Semoga bisa menjadi berkah bagi ibu dan keluarga. Tetap tabah ya, Bu,” ujarnya.

Baca Juga:  Berita Judi Ketangkasan Singkawang Viral,APH Belum Beri Pernyataan Resmi

Sementara itu, Camat Cibuaya, Agus Sumantri, menjelaskan bahwa almarhum sempat dibawa ke Puskesmas Cibuaya setelah mengeluhkan keringat dingin dan kondisi tubuh yang melemah. Diduga, Suhendi meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat proses rekapitulasi suara.

“Setelah diperiksa, kondisinya sempat membaik, tetapi kemudian kembali menurun dan dirujuk ke RS Hastien. Sayangnya, almarhum dinyatakan meninggal dalam perjalanan,” terang Agus.

Diketahui sebelumnya, Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana, juga menyampaikan belasungkawa dan memastikan keluarga Suhendi akan menerima santunan sebesar Rp.42 juta.

“Santunan ini merupakan bagian dari kerja sama antara KPU Karawang dan BPJS Ketenagakerjaan. Kami sedang memproses klaimnya dan berharap santunan segera diterima ahli waris,” tandasnya.

Berita Terkait

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum
PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan
Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda
Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Selasa, 14 April 2026 - 05:20

Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 13:04

Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:49

Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:50

Bupati Karawang Tebar Kebaikan di Kampung Halaman, Ratusan Warga Terima Santunan

Berita Terbaru