Demi Mempertahankan Jabatan, Aspri Sekda Kabupaten Bekasi Diduga Menutup Akses Klarifikasi

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 12:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bekasi, Jalurkhusus.com – Integritas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bekasi kembali dipertanyakan. Seorang asisten pribadi (aspri) Sekretaris Daerah, yang disebut bernama Kalista, diduga kuat telah menyampaikan keterangan tidak benar dan secara sadar menghalangi upaya klarifikasi publik demi melindungi kepentingan pimpinannya termasuk demi mempertahankan posisi dan kedudukannya sendiri.

Hal itu mencuat saat tim Lembaga Investigasi Negara (LIN) mendatangi Kantor Sekda Kabupaten Bekasi untuk meminta kejelasan atas kejanggalan serius dalam struktur birokrasi. Adanya promosi dua jabatan strategis kepada pejabat yang tengah disorot karena dugaan pelanggaran berat terhadap ulahnya melawan hukum.

Alih-alih membuka ruang diskusi, Kalista justru mengunci akses menuju Sekda. Dengan alasan “rapat”, aspri tersebut terkesan berbohong dan memanipulasi situasi guna menghindarkan pimpinan dari pertanggungjawaban moral dan administratif di hadapan publik. Sikap ini bukan lagi sekadar tidak kooperatif, tetapi mencerminkan bentuk batas transparansi di lingkungan pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Poin utama yang hendak diklarifikasi LIN adalah kasus yang menyeret nama Khaerul Hamid pejabat yang diduga melawan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 jo 117 Tahun 2021 terkait kebijakannya menggunakan BBM non subsidi (B30). Ia disinyalir mengganti penggunaan BBM bersubsidi dengan BBM non-subsidi jenis Dexlite, yang secara langsung menyebabkan kerugian keuangan daerah sebesar Rp10,1 miliar.

Namun alih-alih diberi sanksi, pejabat tersebut justru dihadiahkan dua jabatan sekaligus, yaitu Kepala Bagian Umum, dan Plt Camat Kecamatan Cikarang Pusat.

Baca Juga:  Budi Sulistiono Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Perbakin Kota Pontianak 2025–2029

Keputusan ini menabrak logika etika birokrasi dan menimbulkan dugaan kuat adanya perlindungan sistematis di lingkaran internal kekuasaan Sekda.

Fadhil, sekjen Lembaga Investigasi Negara saat di Kantor Sekda Kab. Bekasi

“Ini bukan lagi persoalan administrasi. Ini adalah persoalan moral dan integritas pemerintahan. Ketika seseorang yang diduga merugikan keuangan negara malah naik jabatan, sementara suara rakyat dihalangi oleh asisten pribadi, maka yang terjadi adalah pembusukan birokrasi yang nyata di depan mata,” tegas Fadhil, Sekjen Lembaga Investigasi Negara.

Ia menyebut, tindakan aspri tersebut bukan mencerminkan profesionalisme seorang staf, melainkan lebih menyerupai penjaga kepentingan kekuasaan, bukan pelayan publik.

“Kami datang secara beritikad baik. Tapi malah diperlakukan seolah ancaman. Hampir 2 jam disuruh menunggu oleh bu kalista aspri pak sekda. Jika benar Sekda sedang rapat, pastinya ada rentan waktu yang harus kami tunggu, ini tidak dan tidak terlihat dan terdengar situasi rapat, Ini patut dicurigai sebagai kebohongan yang disengaja,” tambahnya.

Fadhil menilai bahwa sikap tertutu ini tidak transparan seperti ini harus segera dievaluasi dan diusut, termasuk dugaan peran aspri dalam menyaring, menyembunyikan pimpinannya.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa Bekasi tidak sedang baik-baik saja. Bukan hanya soal kerugian miliaran rupiah, tetapi tentang keberanian melawan kebusukan yang bersembunyi di balik meja kekuasaan.

“Kami berdiri bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk mengispirasikan permasalahan yang sampai saat ini belum terungkap, dan berharap BEKASI LEBIH MAJU.” tutup Fadhil.

(Aldi)

Berita Terkait

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum
PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan
Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda
Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat
Berita ini 83 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Selasa, 14 April 2026 - 05:20

Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 13:04

Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:49

Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:50

Bupati Karawang Tebar Kebaikan di Kampung Halaman, Ratusan Warga Terima Santunan

Berita Terbaru