SPBU 64.781.21 Dr Wahidin Pontianak Sampaikan Klarifikasi Resmi Bantah Isu Penyaluran Solar ke Mafia BBM

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 02:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Pontianak, Sabtu 14 Februari 2026 — Manajemen SPBU 64.781.21 Dr wahidin memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar mengenai dugaan penyaluran Solar subsidi kepada pelansir atau truck.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataannya keterangan persnya Sabtu (14/02/26) , pihak SPBU menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, tidak berdasar, dan sama sekali tidak pernah dikonfirmasi kepada manajemen SPBU 64.781.21 sebelum dipublikasikan.

 

Pihak SPBU menyampaikan bahwa seluruh operasional, termasuk penyaluran BBM subsidi, selalu mengikuti aturan resmi Pertamina.

 

Prosedur dilakukan dengan ketat melalui Sistem Digital MyPertamina, menggunakan barcode kendaraan, serta pengawasan internal yang rutin.

Baca Juga:  MPW PP Provinsi Kalbar Gelar Bakti Sosial untuk Anak Yatim di Kubu Raya dan Kota Pontianak

 

“Kami tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun dalam praktik pelansiran maupun penyaluran BBM yang tidak sesuai peruntukan,” tegas pengelola SPBU 64.781.21

 

Manajemen menjelaskan bahwa antrean kendaraan yang terjadi belakangan ini murni karena tingginya kebutuhan masyarakat, ditambah proses verifikasi reguler yang dilakukan di lapangan sesuai kebijakan distribusi BBM subsidi.

 

Lebih lanjut, pihak SPBU menyampaikan keberatan atas pemberitaan yang beredar.

Berita Terkait

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas
Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah
Laporan dugaan pencemaran nama baik Hadi Mulyani di duga di beku kan Penyidik polres Melawi, propam Polda harus turun tangan*
Kinerja Kapolres Sekadau Dipertanyakan, Dugaan Maraknya PETI dan Penadah Emas Ilegal di Kabupaten Sekadau Kian Marak Tanpa Ada Tindakan Tegas APH
Pelaksana Bantah Pembangunan Dapur MBG Desa Nanga Dua Tidak Sesuai Standar, Warga Soroti Dugaan Material Kayu Tak Sesuai RAB
Kepsek jadi Tumbal Program MKKS, 2.5 juta Dana BOS Rela di Gelontorkan
Klarifikasi Tegas BBM Olahan Oli Bekas Milik Pemuda Mempawah Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan
Diduga Jual Solar Subsidi Rp13 Ribu Per Liter, Pengawas SPBU Jerora Satu Sintang Bungkam 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:21

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:14

Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:26

Laporan dugaan pencemaran nama baik Hadi Mulyani di duga di beku kan Penyidik polres Melawi, propam Polda harus turun tangan*

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:27

Kinerja Kapolres Sekadau Dipertanyakan, Dugaan Maraknya PETI dan Penadah Emas Ilegal di Kabupaten Sekadau Kian Marak Tanpa Ada Tindakan Tegas APH

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:07

Pelaksana Bantah Pembangunan Dapur MBG Desa Nanga Dua Tidak Sesuai Standar, Warga Soroti Dugaan Material Kayu Tak Sesuai RAB

Senin, 25 Mei 2026 - 05:54

Klarifikasi Tegas BBM Olahan Oli Bekas Milik Pemuda Mempawah Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan

Senin, 25 Mei 2026 - 05:08

Diduga Jual Solar Subsidi Rp13 Ribu Per Liter, Pengawas SPBU Jerora Satu Sintang Bungkam 

Senin, 25 Mei 2026 - 04:53

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Tegaskan Tindak Tegas Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM di Kalimantan Barat

Berita Terbaru