LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 13:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Jalurkhusus.com – Hasil investigasi yang dilakukan oleh Lembaga Investigasi Negara (LIN) dalam kurun waktu  enam(6) bulan terakhir, ditemukan banyaknya kejanggalan dalam laporan keuangan (LRA) pemerintahan Kabupaten Bekasi tahun 2023-2024.

Surat konfirmasi dilayangkan ke masing-masing instansi, berharap mendapatkan jawaban kejelasan perihal yang dimaksud. Disayangkan, hampir semua penanggung jawab anggaran (PA), berupaya menghindar.

Ependi mengatakan perihal kusutnya setiap laporan realisasi anggaran (LRA) bukan tanpa alasan. Jika institusi penegak hukum mau bergerak menyikapi setiap langkah laporan, kemungkinan banyak anggaran yang dapat diselamatkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Bukan satu atau dua dinas yang berlaku seperti ini (Dugaan Maladministrasi),  hampir semua SKPD melakukan nya. Sayangnya penegak hukum dalam kaitan seperti ini seolah tidak faham dan malas untuk menyikapi, banyak dalil yang keluar sebagai jawaban bagi mereka yang aktif melaporkan” terangnya.

Sebagai bentuk keseriusan, LIN mengaku telah menempuh langkah-langkah profesional dan resmi. Surat permohonan audiensi telah dilayangkan kepada pihak terkait (Bapenda) guna meminta klarifikasi atas dua pos anggaran krusial, yakni Dana Bagi Hasil (DBH) dan insentif yang diberikan kepada sekitar 180 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bapenda Kabupaten Bekasi.

Baca Juga:  Wartawan Kalbar Serahkan Kaos HPN 2026 di Banten, Sekjen PWI Pusat Apresiasi Dukungan Daerah

Namun, dari hasil penelusuran yang dilakukan, LIN menemukan fakta yang dinilai janggal dan patut dipertanyakan secara hukum. Untuk skema Dana Bagi Hasil (DBH), telah terdapat dasar hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur mekanisme dan penyalurannya. Sebaliknya, untuk anggaran insentif Bapenda dengan nilai fantastis tersebut, justru tidak ditemukan kejelasan payung hukum, baik dalam bentuk Perbup maupun Peraturan Daerah (Perda).

“Kami bekerja secara profesional, menyurati secara resmi, meminta audiensi, dan menyampaikan data. Tapi yang kami temukan justru sikap menghindar dari para pengguna anggaran. Ini tidak bisa dibiarkan. Jika DBH punya dasar hukum yang jelas, lalu insentif Rp120 miliar itu berdiri di atas aturan apa?” tegasnya.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa pencairan insentif tersebut dilakukan tanpa landasan regulasi yang sah. Jika benar demikian, maka hal ini bukan hanya persoalan administratif, melainkan berpotensi menjadi pelanggaran serius terhadap prinsip tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.

Berita Terkait

Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan
Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum
PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan
Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:12

LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya

Selasa, 21 April 2026 - 06:04

Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Selasa, 14 April 2026 - 05:20

Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Jumat, 3 April 2026 - 16:59

PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan

Rabu, 1 April 2026 - 13:04

Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda

Berita Terbaru