Ketua BPM DPD Kota Pontianak, Agus Chanigia Mendesak Pertamina Terkait Kelangkaan BBM di wilayah Kalbar segera Kembali Normal

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak–Jalurkhusus.com Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat terus meluas. Setelah lebih dulu terjadi di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, kelangkaan Pertalite kini merambah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, hingga sejumlah daerah lainnya.

 

Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Antrean kendaraan mengular hampir di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sementara banyak kios bensin eceran dilaporkan kehabisan stok. Bahkan, tidak sedikit pengendara yang terpaksa mendorong sepeda motornya di tengah perjalanan akibat kehabisan bahan bakar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga mulai memukul aktivitas ekonomi masyarakat. Di sejumlah titik di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, antrean kendaraan memanjang hingga ke badan jalan sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Banyak warga memilih membatasi perjalanan karena khawatir tidak memperoleh BBM.

 

Menanggapi situasi tersebut, Ketua DPD BPM Kota Pontianak, Agus Chanigia, mendesak Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak terus menjadi pihak yang dirugikan.

 

“Kami meminta Pertamina dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera bertindak cepat. Jangan sampai masyarakat terus dibuat resah akibat kelangkaan Pertalite yang semakin meluas. Kebutuhan BBM merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah,” tegas Agus.

 

Menurut Agus, berdasarkan informasi yang diperolehnya, antrean panjang terjadi karena adanya keterlambatan kapal pengangkut BBM yang memasuki alur Sungai Kapuas pada malam sebelumnya. Kapal tersebut dikabarkan harus menunggu air pasang sebelum dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi bongkar muat.

Baca Juga:  PW GNPK RI Kalbar meminta Kejaksaan Negeri Ketapang Memproses Hukum atas Temuan Inspektorat Kabupaten Ketapang Dana Desa Batu Tajam Kec. Tumbang Titi Kab Ketapang Kalbar

 

“Kami berharap penjelasan Pertamina Kalimantan Barat mengenai keterlambatan kapal di alur Sungai Kapuas benar-benar menjadi penyebab utama dan kondisi distribusi dapat segera pulih sehingga pasokan BBM kembali normal,” ujarnya.

 

Namun demikian, Agus menegaskan apabila penyebab kelangkaan ternyata bukan semata-mata akibat keterlambatan kapal, maka Pertamina harus bersikap terbuka kepada masyarakat.

 

“Kalau memang ada faktor lain di balik kelangkaan ini, Pertamina harus transparan. Jangan sampai muncul berbagai spekulasi yang justru membuat keresahan masyarakat semakin besar. Publik berhak mengetahui penyebab sebenarnya agar kepercayaan terhadap pelayanan distribusi BBM tetap terjaga,” katanya.

 

Ia juga meminta agar distribusi BBM di seluruh wilayah Kalimantan Barat menjadi perhatian serius sehingga kejadian serupa tidak terus berulang. Menurutnya, pemerintah bersama Pertamina perlu memastikan rantai pasok berjalan optimal, terutama mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap BBM untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

 

Hingga berita ini diterbitkan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Masyarakat berharap pasokan Pertalite segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi, transportasi, dan pelayanan publik dapat berjalan seperti biasa.

Berita Terkait

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban
Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!
Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI
INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:12

Ketua BPM DPD Kota Pontianak, Agus Chanigia Mendesak Pertamina Terkait Kelangkaan BBM di wilayah Kalbar segera Kembali Normal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:01

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:06

Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban

Senin, 20 Juli 2026 - 07:09

Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:48

INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Berita Terbaru