Anggaran MAMIN Pemda Karawang Rp3 Miliar Lebih Jadi Temuan BPK, Furqon Jalaluddin Belum Berikan Klarifikasi

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Jalurkhusus.com – Investigasi intens Lembaga Investigasi Negara (LIN) ke sejumlah instansi pemerintah kabupaten Karawang beberapa hari ini menemukan titik terang.

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengadaan makanan dan minuman (Mamin) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang tidak dapat dipandang sebagai persoalan administratif biasa. Ketika terdapat temuan kelebihan pembayaran mencapai hampir Rp. 1 miliar, disertai indikasi penentuan fee keuntungan sejak awal serta penerbitan dokumen kontrak setelah pekerjaan dilaksanakan, maka yang dipertanyakan bukan hanya kepatuhan prosedur, melainkan integritas tata kelola anggaran publik.

Ependi, aktivis yang tergabung dalam Lembaga Investigasi Negara (LIN), menegaskan bahwa masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang utuh dan transparan dari pihak yang bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Uang yang digunakan dalam pengadaan Mamin tersebut adalah uang rakyat, sehingga tidak ada alasan bagi pejabat publik untuk menutup-nutupi dokumen yang menjadi hak publik untuk diketahui. Jika benar terdapat temuan BPK terkait kelebihan pembayaran hingga ratusan juta rupiah dan adanya praktik penentuan fee sejak awal, maka persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan pengembalian kerugian. Harus ada penelusuran terhadap motif, proses, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.”

Menurutnya, sikap Kabag Umum yang belum memberikan klarifikasi secara terbuka justru menimbulkan pertanyaan publik yang semakin besar.

Baca Juga:  Klarifikasi Pihak Vendor Alfamart Terkait pemberitaan pembuangan Sampah di Lintas Ambawang

“Transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban. Ketika pejabat publik tidak siap memberikan klarifikasi terhadap temuan BPK, maka publik berhak mempertanyakan komitmen pejabat tersebut terhadap prinsip akuntabilitas. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan dari masyarakat.”

LIN juga mendesak agar dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) dari ketiga penyedia, yakni CV AWB, CV PJ, dan CV DNE, dapat dibuka kepada publik sesuai amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

“Jika SPK memang dibuat sesuai prosedur, tunjukkan kepada publik. Namun apabila benar SPK diterbitkan setelah pekerjaan dilakukan sebagaimana termuat dalam temuan BPK, maka ini merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah daerah harus menjelaskan secara terang-benderang agar kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi tidak semakin tergerus.”

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik yang berpotensi merugikan keuangan daerah. Sebab dalam negara yang demokratis, tidak boleh ada satu rupiah pun uang rakyat yang dikelola tanpa pertanggungjawaban yang jelas. (Aldi)

Berita Terkait

INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri
Konfirmasi Dugaan PETI di Semoncol Belum Dijawab, Sikap Kapolsek Batang Tarang Jadi Sorotan
PETI Diduga Beroperasi Lagi di Semoncol, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas
Nurjali, Tim Pemekaran Kumpai Raya, Tagih Kepastian Operasional Kecamatan kepada Pemkab Kubu Raya
Aksi BPM Kalbar Tuntut Transparasi PLN Kalbar Terkait Pemadaman Listrik Serta Evaluasi Kinerja PLN
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:48

INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:24

Konfirmasi Dugaan PETI di Semoncol Belum Dijawab, Sikap Kapolsek Batang Tarang Jadi Sorotan

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:27

Nurjali, Tim Pemekaran Kumpai Raya, Tagih Kepastian Operasional Kecamatan kepada Pemkab Kubu Raya

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:47

Aksi BPM Kalbar Tuntut Transparasi PLN Kalbar Terkait Pemadaman Listrik Serta Evaluasi Kinerja PLN

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:51

KETUA DPC LIN KUBU RAYA KRITIK KERAS PLN, DESAK EVALUASI MENYELURUH ATAS PEMADAMAN LISTRIK DI KALBAR

Berita Terbaru