Heboh! Pengusaha Somel Ilegal Hina Wartawan, Ketua DPC LIN: Ini Penghinaan Terhadap Profesi Mulia!

- Penulis

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kubu Raya | Jalurkhusus.com – Dunia jurnalistik dihebohkan dengan pernyataan kontroversial dari seorang pengusaha somel ilegal bernama Syarif, yang dengan entengnya menuding bahwa wartawan kerap “berkelakuan kotor” dan “sering meminta uang dengan nada tinggi”. Kamis. 17/7/2025

Pernyataan ini langsung memicu kecaman keras dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Investigasi Negara (DPC LIN) Kalimantan Barat. Ia menilai tudingan itu sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan dan tak pantas dilontarkan oleh seseorang yang justru diduga kuat sebagai pelaku perusakan hutan lindung. “Ini jelas pernyataan yang ngawur dan sangat melukai hati insan pers Indonesia! Bagaimana bisa seseorang yang terlibat dalam ilegal logging justru menuduh para wartawan dengan tuduhan keji?” ujar Ketua DPC LIN dengan nada geram.

Tak hanya menghina profesi wartawan, Syarif juga dilaporkan sempat mengancam akan menyebar berita negatif yang menyudutkan jurnalis, dengan menyeret nama Putu, pengusaha kayu lainnya yang juga disebut-sebut sebagai pembantai hutan lindung di kawasan Tanjung Manggis, Desa Permata, Kecamatan Terentang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisruh ini bermula dari investigasi sejumlah awak media yang menemukan tumpukan ratusan kubik kayu balok di Parit Ramli, Desa Mekar Sari. Saat ditelusuri, warga sekitar menyebut kayu-kayu tersebut milik Munidah dan Syarif.

Baca Juga:  Klarifikasi Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Terkait Pelayanan Maupun Pemberitaan Yang Beredar

Dalam sesi konfirmasi, Munidah justru secara blak-blakan mengaku bahwa aktivitas ilegal mereka selama ini “aman-aman saja” karena ada ‘kerja sama’ dengan oknum Polisi Airud. “Kami kasih (setoran) ke Polisi Airud, Bang. Kalau nggak kasih, mana bisa kerja? Pasti ditangkap,” ungkap Munidah tanpa ragu.

Meski tak menyebut nama oknum atau besaran setoran, pernyataan itu menjadi tamparan keras bagi institusi kepolisian. Publik kini menanti respons tegas dari Polda Kalbar untuk membongkar dugaan kolusi antara pengusaha kayu ilegal dan aparat.

Menanggapi pengakuan Munidah dan sikap arogan Syarif, DPC LIN mendesak aparat untuk segera turun tangan dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam perusakan hutan serta pelecehan terhadap profesi wartawan. “Kami mendesak Kapolda Kalbar agar tidak tinggal diam. Siapa pun yang bermain, apalagi jika melibatkan aparat, harus ditindak. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegas Ketua DPC LIN.

Dunia pers juga diminta bersatu dan tidak gentar menghadapi intimidasi. Wartawan adalah ujung tombak demokrasi dan pengawal kebenaran, bukan musuh negara seperti yang dituduhkan oleh oknum pelaku kejahatan lingkungan. (Teja)

Berita Terkait

Kinerja Penindakan Tipikor Meningkat, Kejati Kalbar Umumkan Capaian Besar di Momentum Hakordia 2025
LAKI Gelar Peringatan Hari Antikorupsi: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi
Demi Mempertahankan Jabatan, Aspri Sekda Kabupaten Bekasi Diduga Menutup Akses Klarifikasi
Klarifikasi SPBU Sintang: Antrean Kendaraan Murni Akibat Tingginya Kebutuhan Masyarakat
Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan Dari Lingkungan Korban
Jejakhukum Kalbar Desak KPK Ungkap Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Infrastruktur
Dugaan Penggelapan Dana Desa Lemah Makmur oleh Kades, LIN: Laporan Ke Kejati Segera di Proses 
71,7 Miliar DBHP 2016–2018 di Purwakarta, Fakta Pelanggaran Berat: KMP Lapor KPK
Berita ini 27 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 06:31

Kinerja Penindakan Tipikor Meningkat, Kejati Kalbar Umumkan Capaian Besar di Momentum Hakordia 2025

Senin, 8 Desember 2025 - 03:09

LAKI Gelar Peringatan Hari Antikorupsi: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi

Senin, 1 Desember 2025 - 12:25

Demi Mempertahankan Jabatan, Aspri Sekda Kabupaten Bekasi Diduga Menutup Akses Klarifikasi

Sabtu, 29 November 2025 - 12:02

Klarifikasi SPBU Sintang: Antrean Kendaraan Murni Akibat Tingginya Kebutuhan Masyarakat

Sabtu, 29 November 2025 - 11:52

Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan Dari Lingkungan Korban

Senin, 24 November 2025 - 08:31

Dugaan Penggelapan Dana Desa Lemah Makmur oleh Kades, LIN: Laporan Ke Kejati Segera di Proses 

Kamis, 20 November 2025 - 13:48

71,7 Miliar DBHP 2016–2018 di Purwakarta, Fakta Pelanggaran Berat: KMP Lapor KPK

Kamis, 20 November 2025 - 12:48

Dorong Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Jasa Raharja Lakukan Pembinaan dan Evaluasi GCG di Kanwil NT

Berita Terbaru