Bungkam Perpres Nomor 191/2014 Jo 117/2021, Mantan Kadis LH Bebas Tanpa Sanksi

- Penulis

Kamis, 10 Juli 2025 - 00:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Jalurkhusus.comPeraturan Presiden no:191/2014 Jo 117/2021, adalah sebuah aturan yang harus ditaati juga sebagian perintah yang harus di laksanakan oleh semua pejabat dari kementerian hingga wilayah di seluruh Indonesia yang berkaitan mengacu peraturan yang dimaksud.

Begitu sakralnya peraturan tersebut hingga harus tercatat pada Lembaran Negara tahun 2014 nomor 399.

Menjadi pertanyaan, apakah peraturan tersebut tidak memiliki sanksi hukum bila tidak dijalankan?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hal ini Sekretaris LIN DPC Karawang (Fadhil Katami) biasa dipanggil Fadhil, angkat bicara mengenai lembaga nya yang sudah meminta kepada penegak hukum untuk menindaklanjuti perihal yang dimaksud.

Fadhil mengatakan pada Jalurkhusus.com, Rabu (09/07/25) tentang bagaimana pengaruh besar saudara Wawan Setiawan di Karawang, sehingga hukum pun bungkam tak berkutik menghadapinya.

 

” Kami sudah mengikuti bagaimana petunjuk hukum berlaku, agar perbuatan melawan hukum Saudara Wawan Setiawan saat menjabat sebagai Kepala Dinas LH segera di proses sesuai aturan yang berlaku untuk dimintai keterangannya serta konsekuensi nya bila hal tersebut dinyatakan bersalah.

Disayangkan, sepertinya Saudara Wawan Setiawan telah memukul telak penegak hukum hingga tak berkutik sedikitpun, menyebabkan proses pelaporan LIN, sepertinya masuk angin.” Kata dia

Kok bisa hukum tumpul dihadapan sekelas Kepala Dinas?

Bagaimana tidak, selama kurun waktu hampir 4 tahun saudara Wawan Setiawan memimpin Dinas Lingkungan Hidup, ada sebuah aturan yang sakral dan menjadi kewajiban untuk di laksanakan, tetapi dibiarkan seolah tidak memiliki arti penting baginya.

Pastinya ada kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pejabat. Beberapa sanksi hukum yang bisa menjeratnya, menurut Fadhil, jika Kejaksaan bekerja dengan sebenar-sebenarnya, bisa gunakan PP- 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negri Sipil serta UU no 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

” Seharusnya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh saudara Wawan Setiawan, sudah masuk tahap penyidikan, jika penegak hukum mau menggunakan pasal dan UU yang tertera. Data terkait hal tersebut sudah diberikan, tapi hukum pun diam seribu bahasa seolah sosok Wawan Setiawan bak Raja yang punya tahta dan perintah”. Jelasnya.

Baca Juga:  Pengadilan Negeri Singkawang Vonis Mati Uray Tabah Guna Abadi, Kasus Pembunuhan Anak Bawah Umur Masuki Tahap Banding

Mendekati empat tahun kepemimpinanya di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang 2021-2024, Saudara Wawan Setiawan diduga telah merugikan negara dalam hal ini Kabupaten Karawang sebesar 12 milliar lebih.

” Saudara Wawan Setiawan, sewaktu menjabat sebagai kepala Dinas lingkungan hidup sepertinya tidak memiliki nurani, atau tidak faham akan tupoksinya selaku kepala Dinas. Kalau saja waktu itu dia mau menggunakan hak prerogatif nya, uang sebesar 12 milliar bisa di selamatkan dan dapat di gunakan untuk hal yang positif, seperti bangun sekolah, jembatan dan lainnya. Menjadi aneh hal yang baik tersebut tidak samasekali mau di lakukan, jangan-jangan ada udangnya nih” , canda Fadhil tapi sedikit menusuk.

Upaya perlawanan keras terhadap Perpres tersebut berhasil hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2024, lalu menduduki kursi di Dinas Penanaman Modal serta menjabat sebagai Plt di Asda 3,dan saat ini kursi panas yang didudukinya adalah sebagai Kepala Dinas Pendidikan serta Rangkap jabatan sebagai Plt di Diskominfo.

Berharap kepada Bupati Karawang, untuk memikirkan kembali keputusan untuk menempatkan Saudara Wawan di posisi strategis.

” Kami sangat berharap sekali kepada Bupati Karawang, untuk memikirkan kembali keputusan menempatkan Saudara Wawan Setiawan pada Kursi jabatan Strategis,dan kaji ulang untuk rangkap jabatannya sebagai Plt di Diskominfo, sebelum ada kejelasan hukum dari institusi yang menangani nya. Masih banyak putra-putri terbaik Karawang yang bisa dipercaya untuk menduduki jabatan Strategis, berikan kesempatan bagi mereka yang memang benar bisa dipercaya untuk Karawang lebih baik serta berkarakter “, tutupnya. (Red)

Berita Terkait

Ketua DPC LIN Kubu Raya Nurjali, S.Pd.I Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya
Joni Iskandar Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya
Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Limbah Cair di Sekitar Bebek Boedjang Dikeluhkan Warga, Pihak Pengelola Sebut DLK Sudah Tinjau Lokasi
Pembagian Bantuan KPM di Desa Teluk Empening Disorot Warga, Diduga Tidak Transparan
Bongkar Mafia Pasca Panen di BBPP Bojong Picung, Petani Jadi Alat Komersial Terselubung
Dugaan Aktivitas PETI Kembali Marak di Nanga Taman Sekadau, inisial KK kordinator lama kembali
Viral Dugaan Bandar Narkoba Baku Hantam dan Terdengar Penembakan di Gang Angket, Polisi Beri Respons
SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas
Berita ini 46 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:40

Ketua DPC LIN Kubu Raya Nurjali, S.Pd.I Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:57

Joni Iskandar Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:35

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Limbah Cair di Sekitar Bebek Boedjang Dikeluhkan Warga, Pihak Pengelola Sebut DLK Sudah Tinjau Lokasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:43

Pembagian Bantuan KPM di Desa Teluk Empening Disorot Warga, Diduga Tidak Transparan

Senin, 1 Juni 2026 - 14:29

Bongkar Mafia Pasca Panen di BBPP Bojong Picung, Petani Jadi Alat Komersial Terselubung

Senin, 1 Juni 2026 - 07:20

Viral Dugaan Bandar Narkoba Baku Hantam dan Terdengar Penembakan di Gang Angket, Polisi Beri Respons

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:21

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:14

Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah

Berita Terbaru