Maladministrasi Berkedok Birokrasi, Uang Rakyat Terkuras, Dampak Sosial Dibiarkan

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 11:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Jalurkhusus.com – Efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat belakangan ini,efek nya sangat berdampak signifikan. Sektor-sektor yang sudah direncanakan oleh masing-masing Instansi ikut terdepak karna tidak tercukupi oleh anggaran yang ada.

Hal ini sangat dirasakan oleh para pemilik kebijakan didaerah. Bukan karna sedikit nya anggaran sehingga program tersebut tidak bisa dilaksanakan, tetapi ada hal lain yang tersembunyi dan sepertinya pusat pun sudah mengendus nya.

Menurut Fadhil, yang mana beliau adalah salah satu aktivis antikorupsi dan saat ini tergabung dalam Lembaga Investigasi Negara, menjelaskan beberapa rcara yang menjadi modus pemilik kebijakan gelap akan uang haram.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari Pagu anggaran yang dimohon, hingga jumlah realisasi yang sebenarnya dilaporkan, hampir semuanya terindikasi maladministrasi. Dari catatan hasil audit BPK RI, data tersebut menyebutkan hanya sebagian koreksi yang perlu dibenahi, padahal, dapat dikatakan semuanya laporan harus dilakukan perbaikan dan koreksi.

” Dari data yang kami miliki,dan telaahan berulang kali, merujuk pada satu kata sistem keuangan kita harus benar-benar dimonitor dalam artian ‘Sedang tidak baik-baik saja’ sepertinya sudah ada yang mengatur arahnya. Kami memulai koreksi dari belanja barjas dan belanja modal, selalu mendapatkan anggaran yang luar biasa besar. Mulai dari belanja kebutuhan reguler hingga kebutuhan yang hanya sebatas ada , dipastikan menempati posisi teratas dari setiap laporan keuangan. Setiap tahun anggaran kebijakan hanya menyentuh pada program yang itu-itu saja, dengan hasil yang biasa-biasa saja tapi anggarannya selalu bertambah”. Menurut dia.

Baca Juga:  KPU Kubu Raya Menyelenggarakan Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kubu Raya

Setiap tahun anggaran, triliunan uang negara diserap, alasan pasti untuk Belanja Pegawai,Barjas dan Modal. Ketiga item ini selalu ada dalam setiap mata anggaran reguler. Kalau negara mau, apa yang menjadi program prioritas yakni, Infrastrukturl,mungkin bisa dianggarkan dua hingga tiga tahun kedepan, kenapa tidak? Jika dalam melaksanakan setiap pekerjaan tersebut jauh dari kata intervensi tersembunyi, dipastikan pembangunan akan berdampak positif bagi masyarakat, dan kwalitasnya pasti tidak diragukan.

“Kalau negara mau melakukan monitoring setiap langkah kebijakan yang diambil oleh masing-masing Eksekutif, dan melibatkan Yudikatif sebagai tombol utama pengawasan, setidaknya praktek-praktek miring yang dilakukan oleh oknum pejabat dapat diminimalisir,dan menimbulkan efek positif bagi masyarakat luas,jika mau dilakukan dengan sebenarnya”, menurutnya, kepada wartawan Jalurkhusus.com.”

Kedepannya, Lembaga Investigasi Negara akan lebih aktif menyikapi adanya dugaan praktek korupsi pada masing-masing Instansi,bukan hanya Kabupaten Bekasi, melainkan ada beberapa Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Setidaknya, perjuangan kami berharap adanya Support dari Negara, untuk melakukan pekerjaan ini. Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh team, pastinya akan kami serahkan kepada pihak yang berhak, yakni penegak hukum, untuk segera menindak, jika ada dugaan Korupsi, pastinya ada tahu apa yang seharusnya dilakukan.(Red)

Berita Terkait

Ketua DPC LIN Kubu Raya Nurjali, S.Pd.I Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya
Joni Iskandar Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya
Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Limbah Cair di Sekitar Bebek Boedjang Dikeluhkan Warga, Pihak Pengelola Sebut DLK Sudah Tinjau Lokasi
Pembagian Bantuan KPM di Desa Teluk Empening Disorot Warga, Diduga Tidak Transparan
Bongkar Mafia Pasca Panen di BBPP Bojong Picung, Petani Jadi Alat Komersial Terselubung
Dugaan Aktivitas PETI Kembali Marak di Nanga Taman Sekadau, inisial KK kordinator lama kembali
Viral Dugaan Bandar Narkoba Baku Hantam dan Terdengar Penembakan di Gang Angket, Polisi Beri Respons
SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:40

Ketua DPC LIN Kubu Raya Nurjali, S.Pd.I Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:57

Joni Iskandar Ucapkan Selamat atas Pelantikan AKP Ambril sebagai Kasat Reskrim Polres Kubu Raya

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:35

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Limbah Cair di Sekitar Bebek Boedjang Dikeluhkan Warga, Pihak Pengelola Sebut DLK Sudah Tinjau Lokasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:43

Pembagian Bantuan KPM di Desa Teluk Empening Disorot Warga, Diduga Tidak Transparan

Senin, 1 Juni 2026 - 14:29

Bongkar Mafia Pasca Panen di BBPP Bojong Picung, Petani Jadi Alat Komersial Terselubung

Senin, 1 Juni 2026 - 07:20

Viral Dugaan Bandar Narkoba Baku Hantam dan Terdengar Penembakan di Gang Angket, Polisi Beri Respons

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:21

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:14

Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah

Berita Terbaru