Bubarkan Inspektorat..!, Puluhan Miliar Anggaran diserap, Hasil Kerja Nihil

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 00:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Jalurkhusus.com – Sebagai Aktivis antikorupsi yang aktif bersama Lembaga Investigasi Negara (LIN),  Ependi dan team kerapkali mendapatkan perlakuan yang kurang baik oleh banyak pejabat pemerintah. Tak heran kalau hal seperti itu sering  dialaminya, karna aktivitasnya mungkin dinilai mengganggu stabilitas dan kebiasaan pejabat korup.

Dalam lima bulan terakhir di 2025, Lembaga Investigasi Negara yang dinakhodai nya , kerapkali melakukan Laporan Informasi (LI) kepada institusi penegak hukum. Hal ini didasari oleh data yang dimiliki serta hasil investigasi ke masing-masing instansi pemerintah baik Desa, Kecamatan bahkan Pemerintah Kabupaten, alhasil menunggu dengan tiada kejelasan sampai kapan laporan nya akan di tindaklanjuti.

” Belasan Lapdu kami serahkan ke Kejaksaan, semuanya hasil investigasi dan data yang kami miliki. Tapi sayang,penegak hukum kurang tertarik akan hal ini. Mereka saling melempar kewenangan, antara Inspektorat yang berhak atau kejaksaan? semua tidak jelas,kata dia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dapat disimpulkan kenapa banyak Laporan Informasi (Li) ke Kejaksaan tentang dugaan Korupsi di instansi selalu mandek alias tak bergerak? alasan pertama dikarenakan pihak Kejaksaan selalu meminta hasil Advice terlebih dahulu kepada Inspektorat sebelum dilakukan pemeriksaan berlanjut dan bisa kita simpulkan, apakah inspektorat akan memberikan informasi dengan jelas atas Advice yang diminta?

” Pantas saja banyak Laporan Informasi yang tak bergerak,yah semua karna rekan sejawat nya yang menjadi pejabat, mana mungkin advice tersebut dibuat dan mau di serahkan ke Kejaksaan,” jelasnya.

Hal ini justru menimbulkan pertanyaan besar terhadap kinerja inspektorat, apa kerjanya selama ini? bukan kah anggarannya cukup besar untuk menunjang setiap aktivitasnya.  Jika satu saja laporan dugaan korupsi harus menunggu berminggu-minggu untuk mendapatkan Advice nya.  Jika hal demikian terus berlanjut, dipastikan untuk menjadikan Bekasi lebih baik lagi kedepannya teramat sulit.   Ladang korupsi sudah disediakan, sistem pemeriksaan /  audit hanya sekedar, kumplit sudah.

Baca Juga:  Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

” Inspektorat memiliki anggaran puluhan miliar dalam setiap tahunnya, kerjanya hanya turun memeriksa realisasi anggaran yang sudah dilakukan oleh masing-masing PA,  jika pekerjaan nya benar-benar sudah dilakukan, saat penegak hukum meminta Advice dari apa yang sudah dilakukan dengan mudahnya dipastikan dapat diberikan, tidak menunggu waktu yang lama. Tapi hal yang terjadi, inspektorat melalui para Irbanya, tidak siap memberikan kebenaran tersebut. Patut di curigai apa motif inspektorat selalu seperti ini. “Ungkap nya

Dari belasan  L I (Laporan Informasi) yang dilayangkan oleh lembaga ke penegak hukum, Ependi dan beberapa team Hukum nya sebenarnya sudah muak akan hal ini. Hukum bagi pelaku dugaan korupsi seolah sulit untuk di adili,sedang jika hukum terkena kepada masyarakat kecil, gerakan seperti kilat dan tidak bisa terbendung.

Untuk kedepannya,  Lembaga Investigasi Negara (LIN) provinsi Jawa Barat, berharap kepada para Bupati dan Walikota untuk dapat membubarkan Inspektorat, karna dinilai kurang Efektif, gunakan lembaga yang sebenarnya dalam pemeriksaan/audit keuangan negara melalui BPK, karena dinilai lebih memiliki integritas.

” Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten/Kota, baiknya dalam pengawasan dan pemeriksaan terkait anggaran yang sudah terealisasi percayakan saja kepada BPK, toh negara dalam hal ini Kota/Kabupaten dipastikan dapat menghemat puluhan miliar anggara.n. Pungsi dan tindakan inspektorat selama ini sebenarnya tidak memiliki faedah apapun, hanya menghamburkan anggaran saja, BUBARKAN, dan beralih satu pintu,yakni BPK RI. Tutupnya.

(Egy)

Berita Terkait

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban
Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!
Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI
INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:01

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:06

Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban

Senin, 20 Juli 2026 - 07:09

Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!

Senin, 20 Juli 2026 - 02:24

Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Berita Terbaru