Integritas Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi di Pertanyakan, 120 Milliar Insentif bagi ASN Pemungut Pajak Diduga Belum Memiliki PERBUP, LIN: Permasalahan ini akan Kami Bawa ke KPK

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi, Jalurkhusus.com – Polemik dugaan anggaran insentif senilai Rp66 miliar bagi ASN di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi kembali menuai sorotan tajam. Hingga kini, permintaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang didorong sejumlah elemen masyarakat dinilai belum mendapat respons serius dari DPRD Kabupaten Bekasi.

Sikap diam tersebut memantik reaksi keras dari Lembaga Investigasi Negara (LIN). Aktivis anti korupsi sekaligus perwakilan LIN, Ependi, menilai DPRD seolah menutup mata terhadap persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.

“Kami menilai ada sikap pembiaran terhadap persoalan anggaran yang nilainya sangat fantastis. RDP yang diminta LIN sampai hari ini belum juga digubris secara serius. Ada apa dengan DPRD Kabupaten Bekasi? Jangan sampai publik menilai ada upaya melindungi pihak-pihak tertentu,” tegas Ependi kepada wartawan Jalurkhusus.com.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, anggaran insentif puluhan miliar rupiah tersebut wajib dibuka secara terang benderang kepada masyarakat, baik dari sisi dasar hukum, mekanisme pencairan, penerima, hingga indikator penilaiannya.

“Uang 126 Miliar dalam kurun 2 tahun (tahun 2023 66 Miliar dan 2024 66 miliar) itu bukan angka kecil. Itu uang rakyat, bukan uang pribadi. Maka penggunaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika memang benar dan sesuai aturan, buka ke publik. Jangan malah bungkam,” ujarnya.

Baca Juga:  31.5 M Utang RSUD Karawang Tahun 2023, LIN: Siapa Yang Menikmati

Ependi juga menegaskan, apabila DPRD Kabupaten Bekasi tetap tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalankan fungsi pengawasan, maka pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami tidak akan berhenti hanya karena tidak direspons. Jika lembaga pengawas daerah tidak menjalankan tugasnya dengan tegas, maka kami akan membawa seluruh data dan temuan yang kami miliki ke KPK. Negara tidak boleh kalah dengan praktik-praktik yang berpotensi merugikan keuangan daerah,” katanya.

LIN meminta seluruh pihak terkait, baik DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi, untuk tidak bermain-main dengan anggaran publik. Transparansi dan akuntabilitas, kata Ependi, merupakan kewajiban mutlak dalam pengelolaan keuangan negara.

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh hanya karena para pejabat memilih diam. Kami ingin persoalan ini dibuka seterang-terangnya agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat,” tutupnya.

(Red)

Berita Terkait

Anggaran MAMIN Pemda Karawang Rp3 Miliar Lebih Jadi Temuan BPK, Furqon Jalaluddin Belum Berikan Klarifikasi
Solidaritas Tanpa Batas, Ketua DPD BPM Kubu Raya Jenguk dan Salurkan Bantuan kepada Korban Kecelakaan di RS Kartika Husada
PDAM sekadau Nanga Taman Hasil Kurang Baik Serta Diduga juga Kurang Perawatan 
Terkuak, A’ON Mengelapkan Uang pengusaha Asal Jakarta
Mengaku Sebagai Seorang Pengusaha Dikalbar, AO Bawa Uang Perusahaan Kabur Rp8,5milliar
Ruislag Aset Tanah Desa Dinilai Cacat Hukum, Subur Rusnadi, Siap-siap Dipanggil Kejaksaan
Tabung Gas Kantor Kelurahan Hilir Raib, Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Utama
Klarifikasi Tegas Olahan Oli Bekas Milik pak Awaludin Peniti Dalam Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:47

Anggaran MAMIN Pemda Karawang Rp3 Miliar Lebih Jadi Temuan BPK, Furqon Jalaluddin Belum Berikan Klarifikasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:59

Solidaritas Tanpa Batas, Ketua DPD BPM Kubu Raya Jenguk dan Salurkan Bantuan kepada Korban Kecelakaan di RS Kartika Husada

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:30

PDAM sekadau Nanga Taman Hasil Kurang Baik Serta Diduga juga Kurang Perawatan 

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:05

Terkuak, A’ON Mengelapkan Uang pengusaha Asal Jakarta

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:13

Mengaku Sebagai Seorang Pengusaha Dikalbar, AO Bawa Uang Perusahaan Kabur Rp8,5milliar

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:03

Tabung Gas Kantor Kelurahan Hilir Raib, Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Utama

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:31

Klarifikasi Tegas Olahan Oli Bekas Milik pak Awaludin Peniti Dalam Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:32

APMS 66.062.24 Kangkkangi Aturan Migas, Libas Minta Pertamina Tindak Tegas ‎

Berita Terbaru