Klarifikasi Tegas Olahan Oli Bekas Milik pak Awaludin Peniti Dalam Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Mempawah, Kalimantan Barat – Polemik pemberitaan dugaan “solar palsu” berbahan limbah B3 di Kabupaten Mempawah akhirnya mendapat penjelasan langsung dari lapangan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jony Iskandar dari Media Jejak Hukum.Net Kalimantan Barat turun langsung melakukan penelusuran ke lokasi pengolahan limbah oli bekas yang berada di Peniti Dalam, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (04/06/2026).

 

Dari hasil investigasi di lapangan, bahan bakar yang sempat diberitakan tersebut disebut bukan solar oplosan ataupun solar palsu yang diperjualbelikan secara ilegal untuk merugikan masyarakat, melainkan hasil pengolahan limbah oli bekas menjadi bahan bakar alternatif yang digunakan untuk mesin diesel tertentu milik nelayan kecil dan Warga sekitar

 

“Jangan langsung menggiring opini seolah ini kejahatan besar tanpa melihat fakta di lapangan.

 

Setelah kami cek langsung, ini adalah hasil olahan limbah oli bekas yang dijadikan bahan bakar alternatif untuk membantu nelayan dan warga sekitar yang kesulitan mendapatkan solar subsidi,” tegas Jony Iskandar.

 

Pengolahan limbah tersebut dilakukan oleh Bapak Awaludi yang berasal dari Jongkat yang akrab disapa udin. Di tengah keterbatasan alat dan tanpa dukungan pemerintah, pak Udin nekat melakukan berbagai percobaan demi membantu masyarakat dan nelayan yang selama ini mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM subsidi.

 

Pak Awaludin mengaku proses tersebut lahir bukan untuk memperkaya diri, melainkan dari rasa prihatin melihat nelayan kecil yang tidak bisa melaut akibat langkanya solar.

 

“Nelayan sekarang susah cari solar bang. Banyak yang tidak melaut karena tidak dapat BBM. Saya cuma berpikir bagaimana limbah oli ini bisa dimanfaatkan jadi bahan bakar alternatif,” ungkapnya.

 

Udin mengolah limbah oli bekas melalui proses pemanasan dan penyulingan hingga menghasilkan cairan menyerupai solar yang dapat digunakan pada mesin diesel tertentu.

Namun proses itu tidak mudah. Ia mengaku harus melakukan enam kali uji coba gagal sebelum akhirnya menemukan hasil yang dapat digunakan.

 

“Sudah seringkali gagal. Proses pembuatannya sampai 18 jam pakai kayu bakar. Ini bukan pekerjaan gampang seperti yang orang pikir,” jelasnya.

 

Pengolahan tersebut mulai menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan di media Sosial yang memvideokan lokasi tempat pak awaludin mengelolah bahan tersebut.

Baca Juga:  H. Aep Syaepuloh Kunjungi Rumah Duka Anggota KPPS yang Meninggal

 

Namun setelah dilakukan penelusuran langsung, muncul fakta bahwa bahan bakar tersebut digunakan sebagai alternatif oleh nelayan dan warga sekitar bukan untuk praktik penipuanBBM.

 

Dan menurut keterangan pak Awaludin warga sekitar dan dusun tidak ada yang komplain,malah warga mendukung karena bisa membantu memudahkan mencari BBM walau tidak seperti layaknya BBM Subsidi.

 

Karena di tengah mahalnya BBM dan sulitnya nelayan mendapatkan solar subsidi, muncul seorang pak Awaludin putra daerah yang mencoba mencari solusi dari limbah yang selama ini hanya menjadi pencemar lingkungan.

 

Masyarakat menilai persoalan ini seharusnya tidak hanya dipandang dari sisi hukum semata, tetapi juga harus dilihat dari sisi sosial, ekonomi, dan kebutuhan masyarakat kecil.

 

“Kalau ada kekurangan soal izin atau aturan, seharusnya dibina dan diarahkan, bukan langsung dicap kriminal. Anak muda seperti ini jarang, masih mau berpikir untuk masyarakat dan lingkungan,” ujar salah satu perwakilan warga sekitar

 

Masyarakat kini mendesak Badan Riset dan Inovasi Nasional, pemerintah daerah, hingga DPRD Kabupaten Mempawah agar tidak hanya diam atau sekadar melihat dari jauh.

 

BRIN dinilai harus turun melakukan uji laboratorium, penelitian, dan pendampingan teknologi agar pengolahan limbah tersebut dapat memenuhi standar resmi apabila memang layak dikembangkan.

 

Sementara pemerintah daerah diminta jangan hanya sibuk bicara soal pemberdayaan pemuda dan inovasi daerah di atas podium, tetapi benar-benar hadir ketika ada anak muda yang berusaha menciptakan solusi nyata dari keterbatasan.

 

Masyarakat sekitar juga menilai langkah sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang selama ini mendorong kemandirian energi nasional dan pengurangan ketergantungan terhadap BBM subsidi.

“Presiden bicara energi alternatif, penghematan subsidi, dan kemandirian energi.

 

Nah sekarang ada anak daerah yang mencoba mengubah limbah menjadi bahan bakar, harusnya dibina, bukan malah langsung dihakimi,” tegas warga.

 

Di tengah maraknya generasi muda yang terjerumus narkoba, kriminalitas, dan pergaulan bebas, munculnya kreativitas pemuda desa seperti pak Awaludin dinilai menjadi tamparan keras bagi pemerintah yang selama ini mengaku mendukung inovasi anak bangsa namun kerap lambat hadir ketika masyarakat kecil benar-benar bergerak mencari solusi sendiri.

Berita Terkait

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban
Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!
Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI
INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:01

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:06

Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban

Senin, 20 Juli 2026 - 07:09

Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!

Senin, 20 Juli 2026 - 02:24

Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Berita Terbaru