Lanting Jek PETI di Kecamatan Suhaid Masih Beroperasi, Diduga Dibawah Koordinasi H. RS

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 14:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuas Hulu | Jalurkhusus.com – Meskipun media sosial dan berbagai sumber berita telah memberitakan tentang kegiatan ilegal terkait aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Sungai Batang Suhaid Kecamatan Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu. Namun ironis kegiatan pertambangan yang diduga ilegal tersebut sampai saat ini masih terus berlangsung .

Salah satu isu utama yang mungkin terlewat dalam pemberitaan mengenai PETI di Suhaid adalah kemungkinan keterlibatan aktor sebenarnya, termasuk H RS itu sendiri.

Oleh karena itu diharapakan kepada Aparat Penegak Hukum Polres Kapuas Hulu bahkan Polda Kalbar untuk melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap keterlibatan sebenarnya dari para pelaku PETI ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun telah ada upaya pemberantasan yang dilakukan oleh pihak berwenang baru-baru ini. Namun pertambangan ilegal dibawah Koordinasi H RS tersebut masih terus berlangsung, Ungkap nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga:  Diduga Menampung Minyak CPO Ilegal,Warga Minta Aparat Tindak Tegas Gudang Di Jalan 28 Oktober

” tepat iya lokasi yg sekarang masih tetap aktif dan eses kerja terus walau pun sudah himbau dan tindak dan malah tim aph masih ngepam d suhaid namau para pelaku peti yg d 2 tempat ini separti sudah kebal hukum dan sudah tidak perduli lg dengan himbawan dan tindakan aph Kapuas hulu, ,tepat nya d 2 titik yaitu d keliling sungai pemul dan d sungai penawan bantaran sungai Batang suhaid ” Ungkap salah seorang warga.

Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan dan penegakan hukum terhadap PETI di daerah tersebut masih belum efektif. Diperlukan kerja sama antara berbagai pihak, baik pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat untuk melakukan tindakan preventif dan represif terhadap praktik ilegal ini.

Sampai berita ini diterbitkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi H. RS yang diduga sebagai koordinator PETI dan pengepul hasil pertambangan tersebut. (Tim)

Berita Terkait

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas
Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah
Laporan dugaan pencemaran nama baik Hadi Mulyani di duga di beku kan Penyidik polres Melawi, propam Polda harus turun tangan*
Kinerja Kapolres Sekadau Dipertanyakan, Dugaan Maraknya PETI dan Penadah Emas Ilegal di Kabupaten Sekadau Kian Marak Tanpa Ada Tindakan Tegas APH
Pelaksana Bantah Pembangunan Dapur MBG Desa Nanga Dua Tidak Sesuai Standar, Warga Soroti Dugaan Material Kayu Tak Sesuai RAB
Kepsek jadi Tumbal Program MKKS, 2.5 juta Dana BOS Rela di Gelontorkan
Klarifikasi Tegas BBM Olahan Oli Bekas Milik Pemuda Mempawah Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan
Diduga Jual Solar Subsidi Rp13 Ribu Per Liter, Pengawas SPBU Jerora Satu Sintang Bungkam 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:21

SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:14

Diduga Jadi “Penguasa Proyek” di Desa Sendiri, Kades Terentang Hilir Disorot Proyek Jalan APBD Rp396 Juta Diduga Bermasalah

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:26

Laporan dugaan pencemaran nama baik Hadi Mulyani di duga di beku kan Penyidik polres Melawi, propam Polda harus turun tangan*

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:27

Kinerja Kapolres Sekadau Dipertanyakan, Dugaan Maraknya PETI dan Penadah Emas Ilegal di Kabupaten Sekadau Kian Marak Tanpa Ada Tindakan Tegas APH

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:07

Pelaksana Bantah Pembangunan Dapur MBG Desa Nanga Dua Tidak Sesuai Standar, Warga Soroti Dugaan Material Kayu Tak Sesuai RAB

Senin, 25 Mei 2026 - 05:54

Klarifikasi Tegas BBM Olahan Oli Bekas Milik Pemuda Mempawah Bukan “Solar Palsu”, Melainkan Bahan Bakar Alternatif untuk Nelayan

Senin, 25 Mei 2026 - 05:08

Diduga Jual Solar Subsidi Rp13 Ribu Per Liter, Pengawas SPBU Jerora Satu Sintang Bungkam 

Senin, 25 Mei 2026 - 04:53

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Tegaskan Tindak Tegas Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM di Kalimantan Barat

Berita Terbaru