Kepala Distrik Navigasi Pontianak Bantah Dugaan Markup Proyek Pelampung Suar Rp 9,2 Miliar

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 05:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak | Jalurkhusus.com – 2 Mei 2025, menanggapi tudingan terkait dugaan markup anggaran dalam proyek pengadaan pelampung suar di Pontianak, Kalimantan Barat, senilai Rp 9,2 milyar, Kepala Distrik Navigasi Pontianak, Azhar Karim, membantah tegas adanya pelanggaran dalam proses tersebut.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat (2/5), Azhar menjelaskan bahwa pengadaan pelampung suar tahun anggaran 2024 sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan harga satuan yang tercantum di dalam E-Katalog.

Paket pengadaan tersebut mencakup komponen lengkap mulai dari lampu, pelampung, sistem keamanan berbasis satelit, hingga sistem monitoring canggih bernama Smartboi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi ini bukan markup. Harga sudah satu paket sesuai E-Katalog. Kami menggunakan teknologi Smartboi, yang memungkinkan pemantauan pelampung secara real-time melalui satelit. Bila ada kerusakan, seperti lampu mati atau baterai habis, sistem akan langsung memberikan notifikasi ke kami,” ujar Azhar.

Baca Juga:  DEKLARASI PASANGAN CALON GUBERNUR KALBAR,RIA NORSAN DAN KRISANTUS KURNIAWAN

Dengan adanya sistem Smartboi, lanjutnya, efisiensi anggaran operasional dapat tercapai, terutama dalam pengurangan frekuensi inspeksi kapal secara manual ke lokasi pelampung.

Azhar juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan klarifikasi secara transparan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) terkait dugaan tersebut, dan laporan terkait dugaan markup telah dicabut.

“Kami sudah jelaskan semuanya secara transparan ke Kejati, dan Insya Allah tidak ada masalah lagi. Harapan kami, masyarakat bisa memahami bahwa ini bukan markup, tapi memang harga satuan penuh dari sistem pelampung suar modern yang kami gunakan,” tutupnya.

(Teja)

Berita Terkait

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum
PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan
Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda
Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Selasa, 14 April 2026 - 05:20

Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 13:04

Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:49

Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:50

Bupati Karawang Tebar Kebaikan di Kampung Halaman, Ratusan Warga Terima Santunan

Berita Terbaru