Kinerja Penindakan Tipikor Meningkat, Kejati Kalbar Umumkan Capaian Besar di Momentum Hakordia 2025

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 06:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pontianak –Jalurkhusus.com

Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat memaparkan capaian kinerja penanganan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) sepanjang Januari–Desember 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pemaparan disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat, Dr. Emilwan Ridwan, pada Selasa (09/12/2025) di Ruang Vidcom Lantai 4 Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

 

Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya penegakan hukum, penyelamatan keuangan negara, pemulihan aset, hingga pelaksanaan tindakan paksa terhadap berbagai perkara korupsi di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

1. Capaian Penanganan Perkara Tipikor se-Wilayah Kalimantan Barat

A. Tahap Penyelidikan (Lidik)

Sepanjang 2025, seluruh Kejari dan Cabjari di Kalbar melaksanakan penyelidikan terhadap berbagai laporan masyarakat dan temuan pengawasan internal pemerintah.

 

Total: 53 perkara

Dengan rincian antara lain: Kejati Kalbar (14), Kejari Pontianak (3), Kejari Landak (6), Kejari Sambas (4), Kejari Sintang (4), Kejari Kapuas Hulu (4), dan satuan kerja lainnya.

 

B. Tahap Penyidikan (Dik)

Penanganan perkara memasuki tahap penyidikan dengan fokus pada penyalahgunaan anggaran, pengadaan barang/jasa, pembangunan fiktif, hingga penyimpangan dana desa.

Total: 51 perkara

Rincian mencakup Kejati Kalbar (14), Kejari Pontianak (7), Kejari Ketapang (7), Kejari Kapuas Hulu (6), dan satker lainnya.

 

C. Tahap Penuntutan (TUT)

Perkara yang dinyatakan lengkap pembuktiannya dilimpahkan untuk penuntutan.

Total: 57 perkara.

 

D. Tahap Eksekusi Putusan Pengadilan

Bidang Pidsus di seluruh Kalbar mengeksekusi hukuman badan, denda, uang pengganti hingga perampasan aset.

Total: 73 perkara

Di antaranya:

Eksekusi badan: 72 terpidana

Eksekusi uang denda: Rp 3.876.674.690

Eksekusi uang pengganti: Rp 2.986.177.124,53

Uang rampasan: Rp 515.480.000

Perampasan aset non-tunai: 9 bidang tanah/bangunan dan 1 unit kapal

 

2. Penyelamatan Keuangan Negara & Pemulihan Aset

A. Penyelamatan Keuangan Negara

Upaya penyidikan, penuntutan, dan eksekusi menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar:

Uang Pengganti: Rp 2.473.202.963

Uang Denda: Rp 3.526.674.690

Uang Rampasan: Rp 515.480.000

Baca Juga:  Klarifikasi Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Terkait Pelayanan Maupun Pemberitaan Yang Beredar

PNBP Hasil Sita/Eksekusi: Rp 5.848.791.653

B. Pemulihan Aset

Total aset yang berhasil diamankan:

9 bidang tanah/bangunan

1 unit kapal angkutan

Aset bergerak lainnya: nihil

 

3. Upaya Paksa Bidang Pidsus Sepanjang Tahun 2025

A. Penggeledahan

Total 9 kali penggeledahan dilakukan oleh Kejati dan Kejari se-Kalbar.

Beberapa lokasi strategis yang digeledah antara lain:

Rumah Hidayat Nawawi (Perkara hibah GKE Petra Sintang)

Yayasan Mujahidin Kalbar

Politeknik Negeri Ketapang

Kantor BRI Cabang Pontianak

Kantor Bawaslu Kota Pontianak

Perumdam Tirta Senentang Sintang

SMAN 1 Nanga Taman

…serta beberapa titik lainnya.

B. Penyitaan dalam Penyidikan

Total 3 kali penyitaan dengan nilai aset yang signifikan (dalam proses perhitungan final).

C. Sita Eksekusi

Total 2 tindakan sita eksekusi, berupa:

9 bidang tanah/bangunan milik terpidana Wendy Als Asia

2 bidang tanah milik terpidana Aprizal

1 unit VW Beetle

1 unit Mini Cooper

1 unit Honda HR-V (dalam leasing)

Pernyataan Kajati Kalbar: Tegas, Profesional, dan Tanpa Pandang Bulu

Dalam momentum Hakordia 2025, Kajati Dr. Emilwan Ridwan menegaskan:

“Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat bersama seluruh Kejari dan Cabjari berkomitmen penuh untuk memberantas korupsi secara profesional, berintegritas, dan tanpa pandang bulu. Setiap rupiah kerugian negara harus kembali untuk kepentingan masyarakat.”

Ia juga menambahkan:

 

“Kami akan memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas penyidikan, mempercepat pemulihan aset, dan terus berinovasi. Tidak ada ruang bagi praktik koruptif di Kalimantan Barat.”

Penguatan Strategi Pemberantasan Korupsi

Bidang Tindak Pidana Khusus Kalbar berfokus pada strategi:

Audit investigatif dan penyelidikan berbasis data

Peningkatan kualitas tuntutan

Optimalisasi asset recovery lintas wilayah

Profesionalisme dalam pelaksanaan upaya paksa

Prioritas pada perkara strategis yang berdampak pada pelayanan publik, infrastruktur, SDA, dan ekonomi masyarakat

Transparansi penyelamatan keuangan negara

 

Melalui Hakordia 2025, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali menegaskan komitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, memperkuat pemberantasan korupsi, dan memastikan setiap tindak pidana korupsi diproses secara tegas demi kepentingan masyarakat dan pembangunan Kalimantan Barat.

Berita Terkait

Wujud Negara Hadir, Jasa Raharja Memberi Perlindungan Korban Kecelakaan Rp3,22 Triliun Sepanjang 2025
Peti Di sintang Semakin Merajalela: Minta APH Tindak Tegas Sesuai Intruksi Kapolda
Di Tengah Defisit Anggaran, Kabupaten Bekasi Habiskan 82 Miliar demi “Jasa Ngobrol”.
Muswil Perdana Digelar, Ahmad Yazid Resmi Terpilih Pimpin DPW PERSADIN Jawa Barat
Wow! Anggaran Buat ‘Ngobrol’ Kabupaten Bekasi Tembus 82 Miliar di Tengah Keluhan Warga
Konferensi Pers Akhir Tahun 2025, Polresta Pontianak Paparkan Tren Kamtibmas
Kapolres Melawi Pimpin Patroli dan Pengecekan Pengamanan Ibadah Gereja
Anggota DPRD Kubu Raya: Investasi Harus Berpihak pada Rakyat, Pelanggaran Lahan Wajib Ditertibkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:19

Wujud Negara Hadir, Jasa Raharja Memberi Perlindungan Korban Kecelakaan Rp3,22 Triliun Sepanjang 2025

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42

Peti Di sintang Semakin Merajalela: Minta APH Tindak Tegas Sesuai Intruksi Kapolda

Senin, 12 Januari 2026 - 09:05

Di Tengah Defisit Anggaran, Kabupaten Bekasi Habiskan 82 Miliar demi “Jasa Ngobrol”.

Minggu, 11 Januari 2026 - 13:16

Muswil Perdana Digelar, Ahmad Yazid Resmi Terpilih Pimpin DPW PERSADIN Jawa Barat

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:01

Wow! Anggaran Buat ‘Ngobrol’ Kabupaten Bekasi Tembus 82 Miliar di Tengah Keluhan Warga

Minggu, 28 Desember 2025 - 17:15

Kapolres Melawi Pimpin Patroli dan Pengecekan Pengamanan Ibadah Gereja

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:45

Anggota DPRD Kubu Raya: Investasi Harus Berpihak pada Rakyat, Pelanggaran Lahan Wajib Ditertibkan

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:22

Meski Belum Kantongi Izin dari DLH Kabupaten Bekasi, PT.Glow Industri Herbal Care Nekat Produksi!

Berita Terbaru