Pengadilan Negeri Singkawang Vonis Mati Uray Tabah Guna Abadi, Kasus Pembunuhan Anak Bawah Umur Masuki Tahap Banding

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 12:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Singkawang, Rabu 19 November 2025 —

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Singkawang, Kalimantan Barat, Heri Susanto,SH , mengungkapkan perkembangan terbaru terkait penanganan perkara pembunuhan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa Uray Tabah Guna Abadi. Terdakwa disangkakan melanggar Pasal 80 ayat (3) UU SPPA serta turut didakwa melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Heri Susanto, penuntutan terhadap terdakwa telah dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Minggu lalu dengan tuntutan pidana penjara seumur hidup. Namun, pada Senin, 17 November 2025, Pengadilan Negeri Singkawang menjatuhkan vonis hukuman mati kepada terdakwa.

 

“Dalam vonis tersebut terdakwa menyatakan pikir-pikir, apabila dalam tujuh hari tidak menyatakan banding berarti terdakwa menerima putusan tersebut.

Baca Juga:  Mudik Gratis BUMN 2026 Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik

 

Sementara itu, pihak orang tua korban menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum atas putusan tersebut. Mereka menilai bahwa vonis yang dijatuhkan telah memenuhi rasa keadilan sesuai harapan masyarakat.

 

“Putusan ini sudah sesuai dengan yang dimintakan oleh masyarakat dan memenuhi rasa keadilan,” ungkap orang tua korban.

 

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Singkawang dan sekitarnya, mengingat korban adalah anak di bawah umur dan perbuatan terdakwa dinilai sangat sadis serta meresahkan warga. Proses hukum kini menunggu keputusan apakah pihak terdakwa akan mengajukan banding dalam batas waktu yang ditentukan.*

Berita Terkait

Anggaran SILTAP Sintang tak kunjung cair: Kades Gandis hulu pertanyaaakan sebab nya?
Diam-diam ASN Khusus Dispenda Dapat Insentif Sebesar 330 Juta per-tahun, LIN: Masyarakat Bekasi Wajib tahu
Rp.66 Miliar Insentif Dispenda Bekasi Dipersoalkan, Aktivis Minta Transparansi
PTUN Pontianak Lanjutkan Sidang Sengketa Tanah yang Digugat Ahli Waris, Putusan PK MA Dipertanyakan Keasliannya
Desa Digital Diduga jadi Ladang Korupsi Oknum Kades,  Barang Bobrok dibeli, Perintah Siapa??
Bubarkan Inspektorat..!, Puluhan Miliar Anggaran diserap, Hasil Kerja Nihil
PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara
SPBU 64.781.21 Dr Wahidin Pontianak Sampaikan Klarifikasi Resmi Bantah Isu Penyaluran Solar ke Mafia BBM
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:54

Anggaran SILTAP Sintang tak kunjung cair: Kades Gandis hulu pertanyaaakan sebab nya?

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:28

Diam-diam ASN Khusus Dispenda Dapat Insentif Sebesar 330 Juta per-tahun, LIN: Masyarakat Bekasi Wajib tahu

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:35

Rp.66 Miliar Insentif Dispenda Bekasi Dipersoalkan, Aktivis Minta Transparansi

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:45

PTUN Pontianak Lanjutkan Sidang Sengketa Tanah yang Digugat Ahli Waris, Putusan PK MA Dipertanyakan Keasliannya

Senin, 23 Februari 2026 - 01:00

Desa Digital Diduga jadi Ladang Korupsi Oknum Kades,  Barang Bobrok dibeli, Perintah Siapa??

Senin, 16 Februari 2026 - 09:21

PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara

Senin, 16 Februari 2026 - 02:19

SPBU 64.781.21 Dr Wahidin Pontianak Sampaikan Klarifikasi Resmi Bantah Isu Penyaluran Solar ke Mafia BBM

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:09

Mudik Gratis BUMN 2026 Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik

Berita Terbaru