Jalurkhusus.com]
Mempawah– Kisah pilu menyentuh hati kita semua. Ilham Rahmadani, anak berusia 17 tahun dari pasangan Mahdi dan Nurbani, terbaring lemah dan kaku sejak lahir. Warga Jalan Padat Karya Tepi Kapuas, Desa Peniti Dalam 2, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, harus menjalani hari-harinya dalam keheningan dan ketidakberdayaan. Sejak usia delapan bulan, tubuh mungilnya tidak mampu lagi bergerak, lumpuh total melumpuhkan seluruh hidupnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Orang tuanya, yang bekerja serabutan demi menyambung hidup, hanya mampu memberikan pengobatan seadanya. Setiap hari, Ilham hanya terbaring di dalam rumah, tanpa bisa bermain, tanpa bisa berlari seperti anak-anak seusianya. Rasa sedih dan keputusasaan menyelimuti hati kedua orang tuanya, Nurbani dan Mahdi, yang berjuang keras namun tak mampu mengubah nasib anak mereka.
Berdasarkan penuturan Nurbani, ibu kandung Ilham bahwa, saat melahirkan Ilham, semuanya berjalan normal. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Tapi, saat anak mereka menginjak usia delapan bulan, segalanya berubah. Ia mulai kesulitan berjalan dan sering sakit-sakitan. Mereka berusaha mengobatinya ke Puskesmas dan tempat pengobatan alternatif, berharap ada keajaiban. Namun, harapan itu pupus. Tidak ada yang mampu menyembuhkan anak mereka yang terkapar di tempat tidur.
“Sejak dia sakit, kami sudah membawanya ke Puskesmas dan pengobatan alternatif, tapi tidak ada perubahan hingga sekarang, di usianya yang sudah 17 tahun,” ucap Nurbani dengan air mata yang tak terbendung.
Mereka pun hanya bisa pasrah. Keadaan yang memprihatinkan ini semakin menyakitkan hati orang tua yang hanya bisa berharap kepada pemerintah dan seluruh masyarakat. Mereka menginginkan ada uluran tangan, bantuan fasilitas, dan alat-alat yang dapat membuat hidup Ilham sedikit lebih baik. Mereka ingin putranya mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih bermakna, meski tubuhnya tak mampu lagi bergerak.
“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Jangan biarkan anak kami terus terbaring lemas tanpa harapan. Kami ingin dia mendapatkan fasilitas rumah yang layak dan alat bantu yang bisa membuatnya merasa lebih nyaman,” pinta Nurbani penuh haru.
Kedua orang tua Ilham yakin, bahwa masa depan anak mereka yang lumpuh total ini tidak lagi seperti anak-anak lain yang mampu berjalan, mandi, dan bermain sendiri. Mereka hanya ingin anak mereka merasa diperhatikan dan tidak merasa sendiri dalam perjuangan hidup ini. Mereka berharap ada perhatian dan bantuan dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, agar Ilham tidak lagi merasa sendiri dan terlupakan.
Semoga, di tengah doa dan harapan yang tulus, masa depan Ilham Rahmadani masih menyimpan secercah harapan. Mari kita bantu mereka bangkit dari keterbatasan ini, karena setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup bahagia dan bermakna.
Sumber:Radiansyah


















