Pihak Bus Damri Angkat Bicara, Terkait Kecelaan di Simpang Ampar Tayan

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak–,jalurkhusus.com]

Manajer Operasional Damri, Rizka Maulana, didampingi Asisten Manajer Asih Eko P., mengungkapkan kondisi terkini pascakecelakaan beruntun yang melibatkan dua unit bus Damri dan sebuah truk bermuatan pupuk di Simpang Ampar.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media keterangan tersebut disampaikan di Kantor Damri, Jalan Sultan Hamid II, Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (22 Januari 2026).

 

Rizka menjelaskan, jumlah penumpang dari dua bus tersebut diperkirakan sekitar 40 orang. Dari jumlah itu, sekitar 25 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

 

“Korban luka berat berjumlah lima orang, terdiri dari tiga penumpang dan dua sopir,” ujarnya.

 

Sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis. Dua dari tiga penumpang yang sempat dirawat dijadwalkan dipulangkan pada Jumat, sementara satu penumpang lainnya harus menjalani operasi pada Jumat pukul 15.00 WIB akibat patah tulang di bagian dagu sebelah kanan.

 

Sementara itu, satu orang sopir bus mengalami luka akibat pecahan kaca di wajah, luka jahitan di jari tangan, serta luka di bagian leher. Kondisinya berangsur membaik dan diperkirakan dapat dipulangkan setelah mendapatkan izin medis.

 

Terkait operasional armada, bus Damri yang semula dijadwalkan kembali beroperasi pada 2 Februari akan ditarik lebih awal pada Jumat untuk keperluan evaluasi dan penanganan lanjutan.

 

Rizka menyampaikan, sejak kejadian tersebut Damri telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari koordinasi dengan pihak terkait, pelaporan di masing-masing rumah sakit, hingga menurunkan tim pendamping di setiap rumah sakit guna memastikan pelayanan dan perawatan korban berjalan optimal.

 

Selain itu, Damri juga melakukan evakuasi kendaraan, pengamanan barang milik penumpang, serta penanganan dampak kemacetan lalu lintas yang sempat terjadi akibat kondisi jalan dan cuaca hujan. Bersama pihak terkait dan masyarakat setempat, jalur alternatif akhirnya dapat dimanfaatkan sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Baca Juga:  Tindak Tegas, Karantina Kalbar Musnahkan 24 Kg Daging Babi Ilegal dari Malaysia

 

Mengenai nilai kerugian, Rizka menyebutkan hingga saat ini belum dapat dihitung secara pasti, karena masih dalam proses pendataan serta penanganan oleh pihak asuransi dan mitra terkait.

 

“Fokus kami saat ini adalah pemantauan dan pengawasan korban, serta memastikan pelayanan rumah sakit dan proses perawatan berjalan dengan baik,” jelasnya.

 

Berdasarkan data terakhir, tiga orang korban masih menjalani perawatan, sementara dua orang lainnya telah selesai dirawat. Korban yang masih dirawat umumnya mengalami luka di bagian paha sebelah kiri serta luka bakar ringan, dengan kondisi stabil.

 

Rizka juga menegaskan bahwa seluruh awak bus Damri yang terlibat merupakan pegawai tetap, sehingga tidak akan ada pemutusan hubungan kerja akibat peristiwa tersebut. Apabila terdapat pegawai yang tidak dapat kembali menjalankan tugas semula karena alasan medis, maka akan dilakukan alih fungsi pekerjaan sesuai kemampuan dan kondisi kesehatannya.

 

Dalam kesempatan itu, pihak Damri turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Damri menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan musibah yang tidak diharapkan, terlebih terjadi menjelang bulan Ramadan.

 

Ke depan, Damri berkomitmen untuk memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan pengemudi, termasuk pemeriksaan fisik dan kesehatan secara rutin sebelum operasional. Pihaknya juga mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menangani kejadian ini secara profesional.

 

“Fokus kami bukan mencari siapa yang salah, melainkan memastikan seluruh korban tertangani dengan baik dan kejadian serupa tidak terulang,” tutup Rizka.

Berita Terkait

Diduga Bangun Opini Sesat dan Fitnah Publik, Tuduhan “Preman” terhadap Budi Dinilai Hoaks dan Cemarkan Nama Baik
RDP Mandek, Setwan DPRD Kabupaten Bekasi Bungkam, LIN Desak KPK Usut Insentif Rp. 126 Miliar Bagi ASN Pemungut Pajak di Bapenda
Integritas Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi di Pertanyakan, 120 Milliar Insentif bagi ASN Pemungut Pajak Diduga Belum Memiliki PERBUP, LIN: Permasalahan ini akan Kami Bawa ke KPK
Di Tengah Kasus Emas Ilegal,PETI Semakin Marak Di bukit Hitam,Diduga Ada Setoran
DPRD Kabupaten Sekadau Angkat Bicara Terkait Dana Pajak 19,7 Miliar Belum di Bayarkan PT.MAKMUR PRIMA LESTARI ( MPL )
Polsek Kandis Turun Langsung Pantau Jagung Pipil, Bukti Polisi Hadir untuk Petani
Tak Sesuai Nilai Ganti Rugi KM Juwita Tempuh Jalur Hukum
Ada Apa?? Tiba tiba Kasus Jalan Mempawah 40 Miliyar Yang Diduga Menjerat Ria Norsan Akan Dihentikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:30

Diduga Bangun Opini Sesat dan Fitnah Publik, Tuduhan “Preman” terhadap Budi Dinilai Hoaks dan Cemarkan Nama Baik

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:29

RDP Mandek, Setwan DPRD Kabupaten Bekasi Bungkam, LIN Desak KPK Usut Insentif Rp. 126 Miliar Bagi ASN Pemungut Pajak di Bapenda

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:43

Integritas Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi di Pertanyakan, 120 Milliar Insentif bagi ASN Pemungut Pajak Diduga Belum Memiliki PERBUP, LIN: Permasalahan ini akan Kami Bawa ke KPK

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:10

Di Tengah Kasus Emas Ilegal,PETI Semakin Marak Di bukit Hitam,Diduga Ada Setoran

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:21

DPRD Kabupaten Sekadau Angkat Bicara Terkait Dana Pajak 19,7 Miliar Belum di Bayarkan PT.MAKMUR PRIMA LESTARI ( MPL )

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:08

Tak Sesuai Nilai Ganti Rugi KM Juwita Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 6 Mei 2026 - 04:38

Ada Apa?? Tiba tiba Kasus Jalan Mempawah 40 Miliyar Yang Diduga Menjerat Ria Norsan Akan Dihentikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:10

Polsek Pengkadan Mediasi Kasus Perundungan Anak di Pengkadan Berakhir Damai, Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Adat Desa

Berita Terbaru