Proyek Gedung Squash Bekasi Senilai Rp8,7 Miliar Terindikasi Rugikan Negara, Janji Kepala Disbudpora Tinggal Angan

- Penulis

Kamis, 29 Agustus 2024 - 07:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Jalurkhusus.com – Proyek pembangunan tahap pertama gedung squash yang menelan anggaran lebih dari Rp8,7 miliar terindikasi merugikan negara. Pekerjaan yang dimulai sejak 12 September 2023 hingga kini belum juga rampung, meskipun janji Kepala Dinas Budpora, Iman Nugraha, menyebutkan bahwa pembangunan tersebut akan selesai dan dapat digunakan pada tahun 2024 ini. Namun, janji tersebut tampaknya hanya sebatas angan-angan.

Gedung squash ini menghabiskan anggaran sebesar Rp8.765.500.000 pada tahap pertama. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT. Manesa Green Abadi, yang dikenal sebagai transporter limbah B3 dan baru memiliki KBLI konstruksi dalam dua tahun terakhir. Kontraktor ini sudah menerima uang muka sebesar 30 persen dari anggaran dan telah dibayarkan sepenuhnya pada 29 Desember 2023 sebesar Rp6.133.750.000 tanpa potongan.

Baca Juga:  Klarifikasi Pihak Vendor Alfamart Terkait pemberitaan pembuangan Sampah di Lintas Ambawang

Berdasarkan penilaian para ahli, hasil pekerjaan dari proyek gedung squash ini masih banyak yang tidak layak dan kurang maksimal. Namun, Pemkab Bekasi melalui Disbudpora tetap membayar 100 persen untuk proyek tahap pertama tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, proyek pembangunan gedung squash sudah memasuki tahap kedua dengan nilai pagu yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Lebih gilanya lagi, pembangunan gedung ini direncanakan akan berlangsung dalam tiga tahap, dengan setiap tahapnya menghabiskan anggaran puluhan miliar.

Sementara itu, setelah menunaikan ibadah haji, Iman Nugraha terkesan menutup diri dan diduga sengaja menghindari komunikasi dengan awak media guna menghindari konfirmasi. Iman bahkan menyerahkan segala urusan dinas kepada supirnya yang kerap dipanggil Onge.

(Red)

Berita Terkait

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban
Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!
Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI
INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:01

Nurjali Ucapkan Selamat kepada Rahmadani “Perbedaan Pilihan Berakhir, Saatnya Bersatu Membangun Desa”

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:06

Terbakarnya Tempat Parkir Truk Di jalan Khatulistiwa Tidak Memakan Korban

Senin, 20 Juli 2026 - 07:09

Sungai Pawan Keruh , Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Penegakan Hukum di Sandai !!!

Senin, 20 Juli 2026 - 02:24

Jangan Tunda Lagi! Kecamatan Kumpai Raya Harus Menjadi Kado Istimewa Hari Kemerdekaan RI

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Berita Terbaru