600 juta Anggaran Ketahanan Pangan Desa Puseurjaya di Soal!

- Penulis

Selasa, 1 Oktober 2024 - 10:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Jalurkhusus.com – Desa Puseurjaya yang keberadaannya di Kecamatan Telukjambe Timur, saat ini sedang dalam pantauan media. Pasalnya, Kepala Desa dua kali didatangi untuk dikonfirmasi tentang program ketahanan pangan yang memakan anggaran cukup besar disoal.

Informasi dari masyarakat setempat, yang mana enggan disebutkan namanya, Selasa (1/10), menjelaskan bahwa dirinya tidak paham tentang adanya program ketahanan pangan di desanya,

“Selama tingal di desa Puseurjaya belasan tahun,saya gak pernah diajak rapat, dulu tahun 2000 an, pernah sekali ikut rapat,” kata dia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang denger adanya program banyak begitu boro-boro tahu, ” tutup nya.

Adapun Kepala Desa Dadih Sastra Wijaya, hingga berita ini terbit belum bisa dikonfirmasi, Sekdes Abdul Rohman pun mengeluhkan tentang Kepala Desa yang sedari pagi sulit dihubungi.

Baca Juga:  Rp.66 Miliar Insentif Dispenda Bekasi Dipersoalkan, Aktivis Minta Transparansi

Enam ratus juta lebih anggaran yang sudah masuk program ketahanan pangan tahun 2022-2023 diantaranya: Peningkatan Burung Puyuh, Lele, Hidroponik, Pelatihan Lumbung Desa, Produksi Ayam, Study Kasus, Bumdes.

Yang mengejutkan dari beberapa program ketahanan pangan adalah Pengolahan Peternakan yang memakan anggaran cukup besar dan tidak memiliki kejelasan apa yang sudah dilaksanakan oleh kepala desa dalam laporannya.

Ini data besaran anggaran yang dikeluarkan untuk program Pengolahan Peternakan tahun 2022, Rp. 115.564.720, dan pada tahun 2023 sebesar Rp.217.184.200 rupiah.

Menelaah hal tersebut dengan seksama, sepertinya ada kejanggalan yang harus mendapatkan kejelasan. Institusi penegak hukum,dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, diminta turun tangan untuk Pemeriksaan LPJ Desa Puseurjaya,agar informasi kejelasan penggunaan Dana Desa, dapat diterima oleh masyarakat setempat dengan jelas.

(Red)

Berita Terkait

Bapenda Bekasi Disorot: Rp120 Miliar Insentif Dipertanyakan, Dugaan Kebocoran Pajak Ikut Terkuak
Kepsek ini Enggan Memberikan Kejelasan Terkait 407 juta Anggaran yang Disetor ke Kasda, LIN : Akan Bongkar Permasalahan Ini
RDP Mandek, Setwan DPRD Kabupaten Bekasi Bungkam, LIN Desak KPK Usut Insentif Rp. 126 Miliar Bagi ASN Pemungut Pajak di Bapenda
Integritas Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi di Pertanyakan, 120 Milliar Insentif bagi ASN Pemungut Pajak Diduga Belum Memiliki PERBUP, LIN: Permasalahan ini akan Kami Bawa ke KPK
LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya
Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum
JATAH 66 MILIAR ASN BAPENDA BIKIN PLT BUPATI BEKASI BAPER, SERAHKAN SUBTANSI AUDIENSI KE INSPEKTORAT, LIN: KITA BONGKAR SEMUANYA
Rp.66 Miliar Insentif Dispenda Bekasi Dipersoalkan, Aktivis Minta Transparansi
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:56

Bapenda Bekasi Disorot: Rp120 Miliar Insentif Dipertanyakan, Dugaan Kebocoran Pajak Ikut Terkuak

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:11

Klarifikasi Resmi APMS 66.06.23 Kapuas Hulu Terkait Berita Yang Beredar

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:44

Kepsek ini Enggan Memberikan Kejelasan Terkait 407 juta Anggaran yang Disetor ke Kasda, LIN : Akan Bongkar Permasalahan Ini

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:42

Perbakin Kota Pontianak Audiensi dengan Kapolresta, Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet Menembak

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:34

PETI Semakin Merajalela Di Semoncol,Aparat Penegak Hukum Berdiam Diri Tutup Mata Tutup Telinga!!

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:29

RDP Mandek, Setwan DPRD Kabupaten Bekasi Bungkam, LIN Desak KPK Usut Insentif Rp. 126 Miliar Bagi ASN Pemungut Pajak di Bapenda

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:43

Integritas Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi di Pertanyakan, 120 Milliar Insentif bagi ASN Pemungut Pajak Diduga Belum Memiliki PERBUP, LIN: Permasalahan ini akan Kami Bawa ke KPK

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:10

Di Tengah Kasus Emas Ilegal,PETI Semakin Marak Di bukit Hitam,Diduga Ada Setoran

Berita Terbaru