Jejakhukum Kalbar Desak KPK Ungkap Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Infrastruktur

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 06:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Jakarta, Kamis 27 November 2025 —

Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) menegaskan bahwa penanganan kasus yang menyeret nama Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, terkait dugaan penyimpangan pada proyek BP2TD dan infrastruktur jalan, masih berada dalam proses penyelidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal tersebut disampaikan saat tim media Jejak Hukum Kalimantan Barat melakukan kunjungan langsung ke Gedung KPK RI di Jakarta beberapa pekan lalu.

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi akurat mengenai perkembangan penyelidikan yang hingga kini dinilai publik masih belum menunjukkan titik terang.

 

Tim investigasi Jejakhukum Kalbar mengaku perlu memastikan progres kasus, mengingat perkara tersebut telah menjadi sorotan masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

 

Menurut keterangan yang diperoleh tim saat berada di Gedung KPK, pihak KPK menegaskan bahwa proses penanganan masih berjalan dan belum dapat disampaikan lebih rinci karena masih berada pada tahap penyelidikan.

 

Sebelumnya, kasus ini kembali menjadi bahan pembicaraan publik setelah KPK melakukan serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk rumah pribadi dan rumah dinas Gubernur Kalbar di Pendopo Gubernur.

Baca Juga:  GAPKI-PWI Sepakat Lanjutkan Program Peningkatan Kompetensi Wartawan

 

Pasca-penggeledahan, Ria Norsan sempat memberikan pernyataan bahwa petugas KPK hanya membawa koper berisi pakaian, pernyataan yang kemudian memicu sorotan dari sejumlah pengamat karena dinilai tidak lazim dalam proses penggeledahan kasus dugaan korupsi.

 

Tim investigasi Jejakhukum Kalbar menyatakan akan terus memantau dan mengikuti proses hukum ini hingga ada kejelasan, termasuk apabila nantinya muncul penetapan tersangka.

 

Menurut mereka, kasus ini diduga melibatkan berbagai pihak dari instansi pemerintahan dan berpotensi merugikan negara, sehingga perlu ditangani secara transparan.

 

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menyampaikan bahwa pihaknya menunggu perkembangan lebih lanjut dari KPK RI, mengingat kewenangan penanganan kasus berada sepenuhnya pada lembaga antirasuah tersebut.

 

Tim Jejakhukum berharap KPK dapat menyelesaikan perkara ini secara tuntas demi menjaga integritas pemerintahan di Kalimantan Barat dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.*

(Bersambung)…

Berita Terkait

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum
PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan
Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda
Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Selasa, 14 April 2026 - 05:20

Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 13:04

Kadis Kominfo Lambar Buka Suara Soal Isu Larangan Kendaraan Plat Luar di Area Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:49

Di Tengah Banjir, Dinkes Bekasi Hadir 24 Jam Jaga Kesehatan Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:50

Bupati Karawang Tebar Kebaikan di Kampung Halaman, Ratusan Warga Terima Santunan

Berita Terbaru