Konferensi Pers Akhir Tahun 2025, Polresta Pontianak Paparkan Tren Kamtibmas

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

Pontianak – Polresta Pontianak menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 yang berlangsung di Ballroom Presisi Polresta Pontianak, Selasa (30/12/2025). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolresta Pontianak yang didampingi Kasi Humas Polresta Pontianak, Wagitri.

Dalam paparannya, Wakapolresta menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Pontianak pada tahun 2025 mengalami dinamika jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dibandingkan tahun 2024, pada tahun 2025 terjadi kenaikan pada beberapa jenis tindak pidana. Dalam empat golongan kejahatan, jumlah tersangka yang ditetapkan mencapai 256 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Total kasus tindak pidana sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 1.515 kasus, mengalami kenaikan 339 kasus atau sekitar 29 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 1.176 kasus.

Untuk kasus atensi atau kejahatan yang sering terjadi di tengah masyarakat, yang dikenal dengan kasus 4D (curat, curas, curanmor, dan pencurian biasa), juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2025 tercatat 630 kasus, naik 132 kasus atau sekitar 27 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 498 kasus. Sementara itu, kasus atensi di kawasan pasar pada tahun 2025 tercatat 36 kasus, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Di bidang narkotika, Polresta Pontianak mencatat adanya penurunan dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2025, jumlah pengungkapan kasus narkoba sebanyak 88 kasus dengan 78 kasus berhasil diselesaikan. Jumlah tersangka narkoba pada tahun 2025 mencapai 125 orang, terdiri dari 119 pria dan 6 wanita, dengan latar belakang beragam seperti PNS, swasta, wiraswasta, mahasiswa, hingga pengangguran. Rentang usia tersangka terbanyak berada pada usia 31–40 tahun.

Barang bukti narkotika yang berhasil diamankan antara lain sabu seberat sekitar 7.183,70 gram (285 paket), ekstasi sebanyak 186 butir seberat sekitar 613 gram, serta ganja sebanyak 10 paket seberat 5,35 gram.

Baca Juga:  Lapor Pak Kapolri !!! Sindikat Bisnis Ilegal Logging Kayu di Kalbar Semakin Merajalela, Merugikan Negara

Sementara itu, pada kecelakaan lalu lintas, tahun 2025 tercatat sebanyak 440 kejadian, mengalami kenaikan 162 kasus atau sekitar 18,12 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 342 kejadian. Jumlah korban meninggal dunia pada tahun 2025 sebanyak 47 orang, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 52 orang. Namun, korban luka berat meningkat dari 29 orang pada tahun 2024 menjadi 69 orang pada tahun 2025, sedangkan korban luka ringan tercatat 645 orang.

Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp821.600.000, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp549.600.000.

Untuk pelanggaran lalu lintas, tercatat adanya penurunan. Pada tahun 2025 jumlah pelanggaran sebanyak 3.135 kasus, turun 149 kasus dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.284 kasus. Penurunan ini dipengaruhi kebijakan Mabes Polri yang mengurangi penindakan manual dan lebih mengedepankan penindakan berbasis elektronik.

Selain penegakan hukum kepada masyarakat, Polresta Pontianak juga melakukan pengawasan internal terhadap personel. Pada tahun 2025 tercatat empat pelanggaran disiplin, berupa teguran tertulis terhadap tiga personel dan penundaan pangkat terhadap satu personel. Pelanggaran kode etik mengalami penurunan dari 17 kasus pada tahun 2024 menjadi 9 kasus pada tahun 2025.

Sementara itu, untuk pelanggaran pidana, terdapat dua personel Polresta Pontianak yang masih dalam proses hukum dan bukan terkait tindak pidana korupsi.

Wakapolresta Pontianak menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta pelayanan kepada masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Pontianak.

Berita Terkait

INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai
Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya
Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!
Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri
Konfirmasi Dugaan PETI di Semoncol Belum Dijawab, Sikap Kapolsek Batang Tarang Jadi Sorotan
PETI Diduga Beroperasi Lagi di Semoncol, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas
Nurjali, Tim Pemekaran Kumpai Raya, Tagih Kepastian Operasional Kecamatan kepada Pemkab Kubu Raya
Aksi BPM Kalbar Tuntut Transparasi PLN Kalbar Terkait Pemadaman Listrik Serta Evaluasi Kinerja PLN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:48

INVESTIGASI | Kantor Desa Kenyauk Bergembok Saat Jam Kerja, Warga: Kades Diduga Lebih Sibuk Urus Lanting Jek (Alat Sedot Emas Ilegal) di Sungai

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:29

Subaidi dan Nurjali Desak Pemda Bongkar Penyebab Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:45

Ketua DPRD Terima Berkas Hasil Audit BPK dari LIN, Lanjut Untuk Perbaiki atau Diam Bekasi Tambah Rusak!!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:02

Harisson Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih Melalui Gerakan Indonesia Asri

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:24

Konfirmasi Dugaan PETI di Semoncol Belum Dijawab, Sikap Kapolsek Batang Tarang Jadi Sorotan

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:27

Nurjali, Tim Pemekaran Kumpai Raya, Tagih Kepastian Operasional Kecamatan kepada Pemkab Kubu Raya

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:47

Aksi BPM Kalbar Tuntut Transparasi PLN Kalbar Terkait Pemadaman Listrik Serta Evaluasi Kinerja PLN

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:51

KETUA DPC LIN KUBU RAYA KRITIK KERAS PLN, DESAK EVALUASI MENYELURUH ATAS PEMADAMAN LISTRIK DI KALBAR

Berita Terbaru