Ada apa!! Kasus Ikan Arwana Super Red yang Sempat Viral di Media Lokal Masih Menyisakan Banyak Tanda Tanya

- Penulis

Rabu, 5 Maret 2025 - 05:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak | Jalurkhusus.com – Meskipun telah beredar berbagai informasi, hingga kini belum ada kejelasan mengenai siapa saja pihak yang terlibat dalam proses pelolosan ikan dengan izin yang diragukan keabsahannya. Dugaan adanya oknum yang bermain di balik kasus ini semakin memperkeruh suasana, terutama mengingat pihak IAS Cargo Bandara Supadio Pontianak diduga telah mengetahui bahwa izin yang dimiliki tidak jelas, namun tetap melepaskan ikan tersebut masuk kedalam pesawat dan sampai di bandara kualanamu medan.

Menurut AG, seorang pecinta ikan Arwana Super Red, proses pelolosan ini telah berlangsung sejak lama, AG menilai bahwa seharusnya pihak berwenang, mulai dari kepolisian hingga kejaksaan, segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap jaringan di balik peredaran ikan ini

“Hingga saat ini, pelaku yang diduga terlibat belum juga ditetapkan sebagai tersangka, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa ada unsur kelalaian atau bahkan kolusi antara pihak internal IAS Cargo dan oknum lainnya.”Ujar AG

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam konteks ini, penting untuk menelaah lebih jauh mengenai legalitas perizinan ekspor-impor dan peredaran ikan Arwana Super Red. Audit menyeluruh terhadap dokumen-dokumen pendukung seperti sertifikat kesehatan hewan dan izin resmi harus segera dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada celah yang dimanfaatkan untuk kepentingan ilega

“keterlibatan instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan serta Bea dan Cukai juga harus diklarifikasi, guna mengetahui apakah sistem pengawasan berjalan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Lebih jauh lagi, kasus ini membuka peluang untuk menginvestigasi rantai pasok ikan Arwana Super Red yang selama ini diperdagangkan.

Baca Juga:  Silaturahmi Hangat Tokoh Masyarakat di Kampung Wangkal, Bang Sakir: Semoga Selalu Terjalin dan Membawa Berkah

Penyelidikan mendalam diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat jaringan perdagangan ilegal yang memanfaatkan celah pengawasan atau bahkan bekerja sama dengan oknum di instansi terkait, tak hanya berdampak pada aspek hukum, penyalahgunaan izin ini juga dapat mengancam keseimbangan ekosistem perairan lokal.

Ikan Arwana, selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga penurunan populasinya dapat menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.

Untuk menjaga kepercayaan publik, IAS Cargo beserta pihak-pihak terkait harus segera memberikan laporan transparan mengenai proses investigasi yang sedang berjalan,laporan tersebut harus mencakup penjelasan terkait mekanisme pengawasan internal, kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah konkrit untuk mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari

“Kasus ini juga sebaiknya dijadikan momentum untuk meninjau ulang dan mereformasi prosedur operasional di Bandara Supadio, melalui audit internal dan evaluasi berkala terhadap sistem perizinan dan pengawasan.

Peran aktif masyarakat, terutama komunitas pecinta ikan Arwana juga diharapkan dapat membantu mengungkap fakta-fakta yang tersisa, Keterlibatan publik tidak hanya meningkatkan tekanan agar pihak berwenang bertindak tegas, tetapi juga dapat mempercepat terungkapnya jaringan yang diduga terlibat.

Dampak sosial dan ekonomi lokal pun tak kalah penting untuk dicermati, mengingat kasus ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi yang terkait dan berdampak negatif pada sektor pariwisata serta perdagangan di Pontianak.

(Teja)

Berita Terkait

Polsek Pengkadan Mediasi Kasus Perundungan Anak di Pengkadan Berakhir Damai, Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Adat Desa
Darurat PETI di Sungai Landak, Warga Pak Mayam Soroti Dugaan Pembiaran
LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya
Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan
Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Berita ini 5 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:10

Polsek Pengkadan Mediasi Kasus Perundungan Anak di Pengkadan Berakhir Damai, Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Adat Desa

Kamis, 30 April 2026 - 06:29

Darurat PETI di Sungai Landak, Warga Pak Mayam Soroti Dugaan Pembiaran

Jumat, 24 April 2026 - 13:12

LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya

Selasa, 21 April 2026 - 06:04

Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Berita Terbaru