Wakil Gubernur Kalbar Apresiasi Penggerebekan Gudang Oli Palsu, Nilai Transaksi Capai Rp 85 Miliar per Bulan

- Penulis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 00:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak | Jalurkhusus.com – Wakil gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI atas keberhasilan penggerebekan terhadap sebuah gudang yang diduga menjadi tempat distribusi oli palsu skala besar. Operasi tersebut mengungkap dugaan transaksi mencapai Rp85 miliar per bulan.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Badan Intelijen dan BAIS yang telah membongkar gudang oli palsu ini. Peredarannya sangat meresahkan dan masyarakat kita di kampung-kampung tidak menyadari bahwa mereka bisa menjadi korban, kendaraannya menjadi rusak akibat menggunakan oli palsu” ungkap Krisantus kepada sejumlah wartawan, Kamis (19/6).

Menurutnya, kasus ini terindikasi melibatkan jaringan besar dengan keterlibatan lintas wilayah, termasuk dugaan masuknya oli palsu tersebut dari Tiongkok. “Ini bukan perkara kecil. Barang ini masuk dari luar negeri, dan kelihatannya banyak yang terlibat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Krisantus menyebut bahwa pihak perusahaan yang diduga terlibat dalam distribusi oli palsu itu membantah memiliki perwakilan resmi di Kalimantan Barat. Hal ini diungkapkan setelah ia menerima laporan langsung dari salah satu tokoh masyarakat yang telah berkomunikasi dengannya.

“Mereka bilang tidak punya perwakilan. Ada apa ini sebenarnya? Kita tidak boleh takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Kalau ketidakadilan dan kecurangan seperti ini dibiarkan, rakyat Kalbar akan terus jadi korban,” tegasnya.

Krisantus sangat menyayangkan mengapa pihak pertamina yang juga di undang untuk hadir dalam pemeriksaan di gudang tidak bisa hadir. ” Ada apa”, tanya Krisantus.

Krisantus berharap aparat penegak hukum terus mengusut tuntas kasus ini dan tidak ragu menindak semua pihak yang terlibat. “Kita harus berani bicara, meskipun 100 orang menentang, saya tetap pada pernyataan saya,” pungkasnya.(tim liputan/red)

Berita Terkait

Bapenda Bekasi Disorot: Rp120 Miliar Insentif Dipertanyakan, Dugaan Kebocoran Pajak Ikut Terkuak
Klarifikasi Resmi APMS 66.06.23 Kapuas Hulu Terkait Berita Yang Beredar
Kepsek ini Enggan Memberikan Kejelasan Terkait 407 juta Anggaran yang Disetor ke Kasda, LIN : Akan Bongkar Permasalahan Ini
Perbakin Kota Pontianak Audiensi dengan Kapolresta, Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet Menembak
PETI Semakin Merajalela Di Semoncol,Aparat Penegak Hukum Berdiam Diri Tutup Mata Tutup Telinga!!
Diduga Bangun Opini Sesat dan Fitnah Publik, Tuduhan “Preman” terhadap Budi Dinilai Hoaks dan Cemarkan Nama Baik
RDP Mandek, Setwan DPRD Kabupaten Bekasi Bungkam, LIN Desak KPK Usut Insentif Rp. 126 Miliar Bagi ASN Pemungut Pajak di Bapenda
Integritas Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi di Pertanyakan, 120 Milliar Insentif bagi ASN Pemungut Pajak Diduga Belum Memiliki PERBUP, LIN: Permasalahan ini akan Kami Bawa ke KPK
Berita ini 14 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:56

Bapenda Bekasi Disorot: Rp120 Miliar Insentif Dipertanyakan, Dugaan Kebocoran Pajak Ikut Terkuak

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:11

Klarifikasi Resmi APMS 66.06.23 Kapuas Hulu Terkait Berita Yang Beredar

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:44

Kepsek ini Enggan Memberikan Kejelasan Terkait 407 juta Anggaran yang Disetor ke Kasda, LIN : Akan Bongkar Permasalahan Ini

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:42

Perbakin Kota Pontianak Audiensi dengan Kapolresta, Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet Menembak

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:34

PETI Semakin Merajalela Di Semoncol,Aparat Penegak Hukum Berdiam Diri Tutup Mata Tutup Telinga!!

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:29

RDP Mandek, Setwan DPRD Kabupaten Bekasi Bungkam, LIN Desak KPK Usut Insentif Rp. 126 Miliar Bagi ASN Pemungut Pajak di Bapenda

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:43

Integritas Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi di Pertanyakan, 120 Milliar Insentif bagi ASN Pemungut Pajak Diduga Belum Memiliki PERBUP, LIN: Permasalahan ini akan Kami Bawa ke KPK

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:10

Di Tengah Kasus Emas Ilegal,PETI Semakin Marak Di bukit Hitam,Diduga Ada Setoran

Berita Terbaru