7 Miliar Dana BOS SMKN 1 Cibarusah TA 2022-2024 Diduga Gelap, LIN: Kejati Jabar Harus Turun Tangan

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi, Jalurkhusus.com – Dugaan penyimpangan penggunaan Dana BOS di SMKN 1 Cibarusah, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan tajam publik. Hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh Lembaga Investigasi Negara (LIN) menemukan adanya ketidakwajaran pada aliran dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk menunjang kualitas belajar dan sarana prasarana sekolah.

Menurut hasil temuan LIN, selama tiga tahun terakhir tercatat anggaran hingga Rp. 742.092.400, untuk program sarana dan prasarana (Sarpras), namun tidak terlihat adanya perubahan signifikan pada kondisi fisik sekolah. Gedung dan fasilitas masih tampak biasa saja, jauh dari standar ideal sekolah kejuruan. Bahkan, menurut keterangan petugas keamanan sekolah, bangunan baru yang berdiri pada tahun 2024 berasal dari dana DAK, bukan dari BOS.

Tak hanya itu, program pengembangan perpustakaan senilai Rp. 1.384.963.500 dalam kurun waktu tiga tahun juga diduga tidak jelas realisasinya. Sementara anggaran administrasi sekolah yang mencapai Rp. 2.414.044.900 menjadi tanda tanya besar, tidak diketahui ke mana arah penggunaan dana tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, ketika tim investigasi mencoba mengonfirmasi hal ini, Kepala Sekolah SMKN 1 Cibarusah justru beralasan bahwa seluruh kebijakan anggaran berada di bawah kewenangan Kantor Cabang Dinas (KCD). Alasan serupa juga kerap dilontarkan setiap kali pihak sekolah dikonfirmasi, seolah menutup ruang transparansi publik.

Baca Juga:  OKK PWI Kalbar 2025 di Entikong Teguhkan Komitmen Wartawan Beretika dan Berintegritas
Dokumentasi: LIN, ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan.

Bahkan, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui apa-apa terkait aliran dana BOS tersebut. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa ada upaya pembiaran dan minimnya pengawasan internal di lingkungan sekolah.

Ketua LIN, Efendi, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyerahkan hasil temuan ini ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) untuk dilakukan pendalaman dan audit menyeluruh.

“Dana BOS itu uang rakyat yang harus transparan dan tepat sasaran. Kalau dalam tiga tahun anggaran miliaran rupiah tidak tampak hasilnya, patut diduga ada penyimpangan serius. Kami meminta Kejati Jawa Barat segera turun tangan,” tegas Efendi.

Kasus ini menambah panjang daftar dugaan penyalahgunaan Dana BOS di sejumlah sekolah negeri di Kabupaten Bekasi. LIN menilai, lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan KCD wilayah setempat telah membuka ruang bagi praktik manipulasi dan maladministrasi di lingkungan pendidikan.

Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan menjadi hal yang mutlak. Karena setiap rupiah dari Dana BOS sejatinya bukan hanya angka di atas kertas, melainkan hak siswa untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan bermartabat.

(Fajr)

Berita Terkait

Polsek Pengkadan Mediasi Kasus Perundungan Anak di Pengkadan Berakhir Damai, Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Adat Desa
Darurat PETI di Sungai Landak, Warga Pak Mayam Soroti Dugaan Pembiaran
LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya
Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan
Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Berita ini 87 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:10

Polsek Pengkadan Mediasi Kasus Perundungan Anak di Pengkadan Berakhir Damai, Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Adat Desa

Kamis, 30 April 2026 - 06:29

Darurat PETI di Sungai Landak, Warga Pak Mayam Soroti Dugaan Pembiaran

Jumat, 24 April 2026 - 13:12

LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya

Selasa, 21 April 2026 - 06:04

Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Berita Terbaru