Di Tengah Defisit Anggaran, Kabupaten Bekasi Habiskan 82 Miliar demi “Jasa Ngobrol”.

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 09:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Jalurkhusus.com – Hasil analisa team Hukum PT.Media Pengacara Bersatu dan LBH. NUSANTARA SAKTI dalam hal laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2024 beberapa waktu lalu,ditemukan banyak masalah.

Menurut Ependi, Selaku Direktur Eksekutif PT.Media Pengacara Bersatu dan Ketua LBH-NUSANTARA SAKTI menjelaskan kepada wartawan tentang beberapa temuan hasil kajian team hukum nya yang sudah menguras isi otak, kemungkinan  besar dari beberapa Instansi sepertinya harus berurusan dengan hukum.

” Beberapa temuan penggunaan keuangan negara tanpa memikirkan aspek yang jelas, dan beberapa kegiatan yang sepertinya juga merugikan negara, hal ini harus segera kami tindaklanjuti. Jika nanti di ketahui adanya dugaan korupsi,  kami akan segera melaporkan ke Institusi Penegak hukum” jelas nya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui data yang diperoleh dari BPK RI, pemantauan sistem penggunaan anggaran dan arah kebijakan pemerintah Kabupaten Bekasi bisa di proteksi. Walaupun tidak semua, tetapi dari data inilah segala perbuatan pemerintah dapat diketahui.

Tahun 2023-2024,  pemerintah Kabupaten Bekasi telah menggelontorkan anggaran ratusan milliar hanya untuk biaya Konsultasi Kontruksi. Hal ini menjelaskan bahwa di tubuh BAPPEDA dan Bagian Pembagunan tidak memiliki Skil, sehingga Pemerintah dipaksa harus menggelontorkan anggaran buat ngomongin”Gimana cara membuat kontruksi bangunan yang baik” alhasil dari itu semua, pembangunan di Kabupaten Bekasi tetap saja tidak ada perubahan dan anggaran miliar an apakah hanya sebagai seremoni saja?

Baca Juga:  Hotel My Home Sintang, Tempat Singgah Nyaman dengan Pelayanan Ramah dan Kamar Bersih

Dari sini kita dapat pastikan bahwa perekrutan para pejabat Eselon yang akan duduk di kursi Kepala Dinas tidak disesuaikan dengan keahliannya (Asal terap) sehingga dalam menjalankan tugasnya, para pejabat ini selalu menggunakan jasa konsultasi.

Ratusan miliar uang seharusnya dapat digunakan bagi kepentingan rakyat lainnya, dan bukan dianggarkan bagi kebodohan pengetahuan pejabat dalam menjalankan Tupoksinya. Bekasi hari ini belum memiliki pejabat yang punya Integritas, program berjalan asal bapak senang dan Anggaran melayang tanpa faham akan tujuan.

Sebagai Aktivis Anti Korupsi, Ependi berpesan kepada Pemerintahan saat ini, untuk dapat menjaga Kabupaten Bekasi dari kerusakan mental para oknum pejabat yang doyan makan uang rakyat, belajarlah dari pengalaman yang lalu, kembalikan Citra Kabupaten Bekasi yang Beriman dan Berintegritas.

”  Kami berharap Bupati (Plt) dapat menjalankan tugasnya dengan baik, karna yang faham Bekasi hanya orang Bekasii. Menjadi perhatian dan pengalaman bahwa Bekasi dalam bayang-bayang kelam yang harus segera mungkin di entaskan” , Tutupnya.

(Team)

Berita Terkait

Polsek Pengkadan Mediasi Kasus Perundungan Anak di Pengkadan Berakhir Damai, Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Adat Desa
Darurat PETI di Sungai Landak, Warga Pak Mayam Soroti Dugaan Pembiaran
LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya
Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan
Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:10

Polsek Pengkadan Mediasi Kasus Perundungan Anak di Pengkadan Berakhir Damai, Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Adat Desa

Kamis, 30 April 2026 - 06:29

Darurat PETI di Sungai Landak, Warga Pak Mayam Soroti Dugaan Pembiaran

Jumat, 24 April 2026 - 13:12

LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya

Selasa, 21 April 2026 - 06:04

Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Senin, 13 April 2026 - 11:41

Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Berita Terbaru