Anggaran SILTAP Sintang tak kunjung cair: Kades Gandis hulu pertanyaaakan sebab nya?

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalurkhusus.com]

SINTANG – Penghasilan tetap (Siltap) kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Sintang dilaporkan belum cair hampir tiga bulan.Kondisi ini memicu keluhan dari para aparatur desa yang mengaku tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat seperti biasa.

Kepala Desa Gandis hulu, Kecamatan Dedai, Ahmad ustohori, mengungkapkan bahwa Siltap untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2026 belum diterima. Padahal, biasanya pencairan dilakukan pada pertengahan bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Siltap yang belum cair dari bulan Januari, Februari, dan Maret 2026. Biasanya pencairan pada pertengahan bulan, namun hampir tiga bulan ini tak kunjung cair,” ujarnya saat dihubungi, Selasa 4 Maret 2026.

Ahmad USTOHORI yang juga menjabat sebagai salah satu kades dari 391 Desa Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Sintang

 

Ia juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sintang (DPMD) untuk menanyakan penyebab keterlambatan tersebut

 

“Namun Menurutnya, berdasarkan penjelasan yang diterima, mekanisme penyaluran dana transfer desa kini berada di bawah kendali pemerintah pusat, Jika sebelumnya dana bersumber dari APBD kabupaten dan ditransfer ke desa, kini proses tersebut disebut diambil alih oleh pemerintah pusat.

 

“Kendalanya, kami sudah konfirmasi melalui Kepala Dinas bahwa dana transfer diambil alih oleh pemerintah pusat. Kalau dulu dari APBD kabupaten lalu transfer ke desa, sekarang diambil alih pemerintah pusat. Jadi itu alasannya,” jelas Ahmad ustohori

Baca Juga:  Maman Suratman, S.Pd.I, M. Sos, mengatakan:H.Ria Norsan Sosok Visioner dan Dermawan

 

Belum cairnya Siltap hampir tiga bulan diakui cukup menyulitkan kepala desa dan perangkat desa. Di sisi lain, pemerintah desa tetap dituntut mendukung berbagai program pemerintah pusat, seperti pembentukan Koperasi Merah Putih serta pemenuhan berbagai laporan dan data yang diminta pemerintah daerah.

“Kinerja kami dituntut setiap hari, tapi hak kami belum dipenuhi. Itu yang menjadi kendala,” keluhnya.

 

“Ke depan, organisasi yang menaungi kepala desa dan perangkat desa seperti Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih, serta Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berencana berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mendorong percepatan pencairan Siltap.

 

Harapan kepala desa kepada pemerintahan kabupaten Sintang dan pusat hal ini harus ada kejelasan dari pemerintah kusus nya kabupaten Sintang dan meminta solusi dari konkret agar hak aparatur desa dapat segera dipenuhi sesuai prosedur tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat di kabupaten Sintang.

 

Dalam pernyataan kepala Desa Gandis hulu tersebut menegaskan kepada seluruh pengurus di kabupaten Sintang agar hal ini tidak berkepanjangan dan jika siltap tidak ada kepastian cair pihaknya tidak menutup kemungkinan akan ada aksi aksi nyata dari pemerintah desa sekabupaten Sintang.” Tambahnya

Berita Terkait

Darurat PETI di Sungai Landak, Warga Pak Mayam Soroti Dugaan Pembiaran
LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya
Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan
Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan
Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Dugaan Keterlibatan Kapolsek dalam Aktivitas PETI di Nanga Taman Sekadau Mencuat,Kapolres tutup Mata
Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua
Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 06:29

Darurat PETI di Sungai Landak, Warga Pak Mayam Soroti Dugaan Pembiaran

Jumat, 24 April 2026 - 13:12

LIN Minta Permasalahan 120 Miliar Insentif di Bapenda Dibuka Secara Terang Benderang, Siapa Penikmat Pajak Rakyat yang Sesungguhnya

Selasa, 21 April 2026 - 06:04

Tim Investigasi Jejak Hukum Kalbar Siap Giring Kasus MBG SDN 71 ke Pusat, Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi Jadi Sorotan

Minggu, 19 April 2026 - 12:33

Puluhan Miliar Menguap, Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, LIN Usul Inspektorat Dibubarkan

Selasa, 14 April 2026 - 05:20

Dalih “Hanya Titipan” Dipertanyakan, Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi

Rabu, 8 April 2026 - 16:08

Sangat Menyetuh hati Ilham Yang Alami lumpuh Sejak kecil,Kini Butuh Uluran Tangan Kita semua

Minggu, 5 April 2026 - 13:31

Di Tengah Kasus Emas Ilegal Bengkayang, Sosok AP Diduga Kebal Hukum

Jumat, 3 April 2026 - 16:59

PETI Aktif di Semerangkai Tidak Sesuai Fakta Tim Temukan Lanting Hanya Terparkir, Tidak Ada Aktivitas Penambangan

Berita Terbaru