Diduga Kuat Ada Oknum “Bermain” Dalam Kelulusan IPDN Kalbar 2024, Aroma Suap Menguat

- Penulis

Rabu, 4 September 2024 - 00:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak, Jalurkhusus.com – Pengumuman kelulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kalimantan Barat Tahun 2024 mendapat protes keras dari H.Hendri Rivai SE, SH, MH yang merupakan orang tua salah satu  calon praja IPDN Kalbar. Hendri Rivai yang dikenal sebagai Advokat-Konsultan Hukum menilai ada dugaan “permainan” oknum dalam penentuan kelulusan IPDN. Dia mencium aroma tak sedap berbau suap dalam dalam hal ini. Dia menduga  ketidaktransparanan dalam proses seleksi penerimaan calon praja di IPDN Kalbar.

Menurutnya berdasarkan data yang diunggah di website resmi IPDN Kalbar, seharusnya ada 17 calon praja dengan nilai tertinggi yang berhak dinyatakan lulus. Namun, kejanggalan muncul ketika seorang calon praja dengan peringkat ke-21 justru dinyatakan lolos, meski tidak masuk dalam kriteria kelulusan.

” Bukti ketidakberesan ini semakin diperkuat dengan munculnya dugaan praktik suap yang melibatkan oknum yang mengaku sebagai orang dalam IPDN. Oknum tersebut diduga meminta uang sebesar kurang lebih Rp 50 juta kepada orang tua calon praja dengan janji meluluskan anak mereka”, ungkap Hendri dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan Selasa malam (3/9/24).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami merasa ada yang tidak beres. Berdasarkan nilai yang diposting, seharusnya ada 17 orang dengan peringkat tertinggi yang lolos, tapi malah anak yang berada di peringkat 21 yang dinyatakan lulus. Ini jelas menyalahi aturan,” ujar Hendri.

Baca Juga:  Diduga Gudang Menimbun Oli non Legal di Wilayah Hukum Polres Kubu Raya Adisucipto

” Kontroversi ini semakin memanas setelah diketahui bahwa pengumuman kelulusan tersebut ditandatangani oleh Kepala Biro IPDN Kalbar, La Ode Muhammad Alam Jaya, S.STP., M.Si. dan Jumhari yang sebagai ketua panitia seleksi yang ternyata adalah ayah dari calon praja yang berada di peringkat 21 tersebut.

” Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai konflik kepentingan dan pelanggaran aturan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan tersebut., ” papar Hendri.

Banyak pihak, termasuk para orang tua calon praja, menuntut penjelasan dari pihak IPDN Kalbar dan meminta agar proses seleksi diulang dengan prosedur yang lebih transparan dan sesuai aturan. Mereka juga meminta pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan suap yang mencoreng proses seleksi ini.

Dugaan tersebut masih belum terkonfirmasi kepihak IPDN Kalbar. Awak media akan mencoba menghubungi pihak IPDN Kalbar , Rabu (4/9/24).

Namun, tekanan publik terus meningkat agar masalah ini segera diselesaikan dengan cara yang transparan dan adil, demi menjaga integritas dan kredibilitas IPDN sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya bebas dari praktik-praktik kotor.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, yang berharap agar keadilan ditegakkan dan proses seleksi calon praja IPDN Kalbar dilakukan dengan integritas yang tinggi sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.

(Red)

Berita Terkait

Di Tengah Defisit Anggaran, Kabupaten Bekasi Habiskan 82 Miliar demi “Jasa Ngobrol”.
Meski Belum Kantongi Izin dari DLH Kabupaten Bekasi, PT.Glow Industri Herbal Care Nekat Produksi!
Bupati Termuda Bekasi, di Tangkap KPK. Bekasi Kembali di Sorot (Rawan Korupsi) ?
KPK Segel Ruang Kerja Bupati Bekasi, Dua Institusi Strategis Ikut Disegel
Demi Mempertahankan Jabatan, Aspri Sekda Kabupaten Bekasi Diduga Menutup Akses Klarifikasi
Dugaan Penggelapan Dana Desa Lemah Makmur oleh Kades, LIN: Laporan Ke Kejati Segera di Proses 
71,7 Miliar DBHP 2016–2018 di Purwakarta, Fakta Pelanggaran Berat: KMP Lapor KPK
Memalukan!! Ini dia Tampang PNS  KESBANGPOL di Bekasi yang Tega Tilep Honor Supir Ambulance dan Diduga Manipulasi LPJ
Berita ini 2 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:19

Wujud Negara Hadir, Jasa Raharja Memberi Perlindungan Korban Kecelakaan Rp3,22 Triliun Sepanjang 2025

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42

Peti Di sintang Semakin Merajalela: Minta APH Tindak Tegas Sesuai Intruksi Kapolda

Senin, 12 Januari 2026 - 09:05

Di Tengah Defisit Anggaran, Kabupaten Bekasi Habiskan 82 Miliar demi “Jasa Ngobrol”.

Minggu, 11 Januari 2026 - 13:16

Muswil Perdana Digelar, Ahmad Yazid Resmi Terpilih Pimpin DPW PERSADIN Jawa Barat

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:01

Wow! Anggaran Buat ‘Ngobrol’ Kabupaten Bekasi Tembus 82 Miliar di Tengah Keluhan Warga

Minggu, 28 Desember 2025 - 17:15

Kapolres Melawi Pimpin Patroli dan Pengecekan Pengamanan Ibadah Gereja

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:45

Anggota DPRD Kubu Raya: Investasi Harus Berpihak pada Rakyat, Pelanggaran Lahan Wajib Ditertibkan

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:22

Meski Belum Kantongi Izin dari DLH Kabupaten Bekasi, PT.Glow Industri Herbal Care Nekat Produksi!

Berita Terbaru